Selaku pengusaha di bidang software house, saya siap membantu Anda dalam membuat program komputer yang berkualitas dan cocok untuk kebutuhan usaha Anda.
Kami siap melayani kebutuhan Anda, untuk software:
- Mini market
- Swalayan
- Toko kelontong
- Spare part onderdil otomotif
- Bengkel
- Kantor pusat & cabang
- Franchise
- Web based
- Dan sebagainya
Garansi kami, kami akan 100% menyesuaikan kebutuhan perusahaan Anda. Tidak sebagaimana membeli software paket sudah jadi, kami akan 100% menyesuaikan kustomisasi permintaan klien, mendengarkan feed back konsumen, menyesuaikan revisi konsumen, dan memberi garansi support purna jual. Kami juga menjamin program dari kemungkinan terjadinya error.
Kelebihan kami dibanding software house sejenis:
- Full kustomisasi sesuai kebutuhan spesifik klien.
- Prioritas pada keamanan, kerahasiaan data, serta kecepatan.
- Garansi 2 tahun purna jual.
- Gratis training karyawan via jarak jauh, berapa pun jumlah karyawannya.
- Free konsultasi selama 2 tahun.
- Biaya murah & dapat diangsur selama 2 tahun
- Ditangani oleh seorang wirausaha betulan, sehingga software akan 100% diproritaskan dalam mendukung kelancaran bisnis.
Cara pemesanan.
Mudah sekali, cukup kirimkan deskripsi requirement kebutuhan Anda:
- Jenis usaha: (misalnya toko grosir)
- Data dibutuhkan: (misalnya data barang, pelanggan, karyawan, pemasok, transaksi,
pembukuan, hutang, piutang)
- Jenis software: desktop/biasa, jaringan/network, web based (coret salah satu)
- Prioritas: (misalnya kecepatan transaksi dan keamanan)
Secepatnya pihak kami akan mengirimkan balik proposal penawaran beserta harga dan lama pembuatannya. Dalam 1-2 minggu saja, Anda akan menerima sampel yang bisa diuji coba. Apabila Anda merasa ok, baru transaksi diteruskan. Jika tidak, Anda berhak membatalkan transaksi.
Informasi:
http://bisnisreksadanakomputer.blogspot.com/2009/08/jasa-pembuatan-software-komputer-full.html (tanpa dipisah spasi)
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com, ekadp22@yahoo.com (jika email pertama gagal)
Senin, 24 Agustus 2009
Jasa Pembuatan Software Komputer, Full Kustomisasi Menyesuaikan Kebutuhan Perusahaan, Garansi 2 tahun atas Error / Support Purna Jual / Konsultasi
Privat Umum Reksadana Hanya 100 Ribu Rupiah
Privat Umum Reksadana Hanya 100 Ribu Rupiah
Orang bijak berkata, “Sebelum Anda berinvestasi dengan uang betulan, investasikan dulu waktu Anda untuk mendalami seluk beluk pengetahuan dan fundamental teknisnya.”
Begitu pula ketika kita hendak berinvestasi di reksadana dengan jumlah besar, ada baiknya kita mempelajari dasar pengetahuan finansial seputar reksadana, mulai yang paling dasar hingga yang paling teknis. Pada hakekatnya banyak cara untuk mendapatkan pengetahuan finansial yang memadai, mulai dari membaca buku, bertanya pada pakar, mendalami berbagai situs Internet. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan finansial secara cepat adalah dengan mengikuti kursus reksadana.
Memahami kebutuhan masyarakat akan pengetahuan finansial yang memadai, kami membuka jasa privat reksadana dengan biaya murah 100 ribu rupiah saja. Cara pelatihannya, tiap minggunya kami akan mengirimkan modul via email, beserta PR yang perlu Anda kerjakan. Anda akan dilatih untuk langsung menganalisa pasar, membaca berita ekonomi, mengamati grafik, dan membuat prediksi secara langsung. Disini, konsep pelatihannya berprinsip “bisa dengan mencoba secara langsung”. Sehingga setelah pelatihan berakhir, Anda dijamin sudah mempunyai basic pengetahuan reksadana yang bisa dipraktikkan secara langsung. Paling tidak akan memahami cara menghindari kerugian di reksadana.
Materinya:
- Perbandingan RD Saham, Pendapatan Tetap, Terproteksi, Campuran
- Dasar memilih reksadana
- Investasi jangka panjang, menengah & pendek
- DCA vs Lump sump
- Penyempurnaan DCA dengan Fundamental Analisis dan Teknikal Analisis
- Melakukan Teknikal Analisis
- Melakukan Fundamental Analisis
- Pengamatan grafik & cara membaca berita ekonomi
- Teknik minimalisasi resiko reksadana
Kami tunggu Anda pada privat reksadana kami. Mohon untuk mengajak teman-teman sekalian. Bagi yang membawa teman, akan diberikan berbagai tips-tips tambahan.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
--------------------------------------
Penawaran khusus:
Khusus hingga akhir Agustus 2009 ini, bagi 20 peserta pertama, bonus gratis program perhitungan pensiun yang akan dikirim via email.
Orang bijak berkata, “Sebelum Anda berinvestasi dengan uang betulan, investasikan dulu waktu Anda untuk mendalami seluk beluk pengetahuan dan fundamental teknisnya.”
Begitu pula ketika kita hendak berinvestasi di reksadana dengan jumlah besar, ada baiknya kita mempelajari dasar pengetahuan finansial seputar reksadana, mulai yang paling dasar hingga yang paling teknis. Pada hakekatnya banyak cara untuk mendapatkan pengetahuan finansial yang memadai, mulai dari membaca buku, bertanya pada pakar, mendalami berbagai situs Internet. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan finansial secara cepat adalah dengan mengikuti kursus reksadana.
Memahami kebutuhan masyarakat akan pengetahuan finansial yang memadai, kami membuka jasa privat reksadana dengan biaya murah 100 ribu rupiah saja. Cara pelatihannya, tiap minggunya kami akan mengirimkan modul via email, beserta PR yang perlu Anda kerjakan. Anda akan dilatih untuk langsung menganalisa pasar, membaca berita ekonomi, mengamati grafik, dan membuat prediksi secara langsung. Disini, konsep pelatihannya berprinsip “bisa dengan mencoba secara langsung”. Sehingga setelah pelatihan berakhir, Anda dijamin sudah mempunyai basic pengetahuan reksadana yang bisa dipraktikkan secara langsung. Paling tidak akan memahami cara menghindari kerugian di reksadana.
Materinya:
- Perbandingan RD Saham, Pendapatan Tetap, Terproteksi, Campuran
- Dasar memilih reksadana
- Investasi jangka panjang, menengah & pendek
- DCA vs Lump sump
- Penyempurnaan DCA dengan Fundamental Analisis dan Teknikal Analisis
- Melakukan Teknikal Analisis
- Melakukan Fundamental Analisis
- Pengamatan grafik & cara membaca berita ekonomi
- Teknik minimalisasi resiko reksadana
Kami tunggu Anda pada privat reksadana kami. Mohon untuk mengajak teman-teman sekalian. Bagi yang membawa teman, akan diberikan berbagai tips-tips tambahan.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
--------------------------------------
Penawaran khusus:
Khusus hingga akhir Agustus 2009 ini, bagi 20 peserta pertama, bonus gratis program perhitungan pensiun yang akan dikirim via email.
Label:
bergaransi,
dana reksa,
danareksa,
minimalisasi resiko,
murah,
mutual fund,
privat,
reksadana
Manajemen Resiko Reksadana
Bagi para pemula reksadana, ada satu pertanyaan yang paling sering diajukan, yakni: “Bagaimana dengan resikonya uang saya hilang di reksadana?” Karena seringnya pertanyaan ini diajukan, menunjukkan pentingnya ilmu manajemen resiko reksadana.
Pertanyaannya, bagaimana caranya meminimalkan resiko reksadana? Paling tidak ada 3 cara:
- Berinvestasi untuk jangka panjang. Alasannya, para pakar sepakat bahwa pasar yang turun, kelak pasti naik lagi. Pada investasi jangka pendek, kita akan lebih mudah terimbas naik-turunnya (volatilitas) bursa. Berbeda dengan investasi jangka panjang, kita akan lebih “kebal” terhadap volatilitas naik-turunnya bursa.
- Berinvestasi dengan strategi DCA (Dollar Cost Averaging), dimana kita tidak memasukkan uang secara langsung, melainkan dengan memasukkannya secara bertahap. Biasanya pemasukkan dana ke reksadana dilakukan pada tiap awal atau akhir bulan.
- Mengamati pasar dan melakukan cut loss dan top up pada saat-saat yang tepat. Memang tidak ada jaminan bahwa timing yang kita pilih akan 100% tepat, namun paling tidak dengan menggunakan teknik analisis yang mendalam, kemungkinan besar hasilnya akan bisa lebih optimal.
Pertanyaannya sekarang, teknik mana yang mesti kita pakai?
Untuk pemula:
- Gunakan teknik DCA dan investasi jangka panjang.
Untuk profesional:
- Gunakan teknik pengamatan pasar dan investasi jangka panjang.
Apabila kita terbiasa melakukan pengamatan pasar, memang seringkali hasilnya akan bisa lebih optimal. Untuk mempelajarinya pun tidak terlalu rumit, cukup dengan mempelajari dasar-dasar analisis fundamental dan teknikal. Sisanya biar jam terbang dan pengalaman kita yang menyempurnakannya secara step by step.
--------------------------------
Privat murah reksadana, cukup 100 ribu saja. Dibimbing sampai bisa, praktik langsung. Garansi support via email 3 bulan.
Pertanyaannya, bagaimana caranya meminimalkan resiko reksadana? Paling tidak ada 3 cara:
- Berinvestasi untuk jangka panjang. Alasannya, para pakar sepakat bahwa pasar yang turun, kelak pasti naik lagi. Pada investasi jangka pendek, kita akan lebih mudah terimbas naik-turunnya (volatilitas) bursa. Berbeda dengan investasi jangka panjang, kita akan lebih “kebal” terhadap volatilitas naik-turunnya bursa.
- Berinvestasi dengan strategi DCA (Dollar Cost Averaging), dimana kita tidak memasukkan uang secara langsung, melainkan dengan memasukkannya secara bertahap. Biasanya pemasukkan dana ke reksadana dilakukan pada tiap awal atau akhir bulan.
- Mengamati pasar dan melakukan cut loss dan top up pada saat-saat yang tepat. Memang tidak ada jaminan bahwa timing yang kita pilih akan 100% tepat, namun paling tidak dengan menggunakan teknik analisis yang mendalam, kemungkinan besar hasilnya akan bisa lebih optimal.
Pertanyaannya sekarang, teknik mana yang mesti kita pakai?
Untuk pemula:
- Gunakan teknik DCA dan investasi jangka panjang.
Untuk profesional:
- Gunakan teknik pengamatan pasar dan investasi jangka panjang.
Apabila kita terbiasa melakukan pengamatan pasar, memang seringkali hasilnya akan bisa lebih optimal. Untuk mempelajarinya pun tidak terlalu rumit, cukup dengan mempelajari dasar-dasar analisis fundamental dan teknikal. Sisanya biar jam terbang dan pengalaman kita yang menyempurnakannya secara step by step.
--------------------------------
Privat murah reksadana, cukup 100 ribu saja. Dibimbing sampai bisa, praktik langsung. Garansi support via email 3 bulan.
Label:
aman,
manajemen,
minimalisasi,
murah,
privat,
reksadana,
resiko minim,
risk,
safe,
strategi teknik
Kamis, 20 Agustus 2009
Berinvestasi Di RD Campuran? Atau Masuk RDS & RDPT Saja?
Sebagian besar nasabah di Indonesia, masih bermental takut resiko. Di satu pihak, mereka mengakui return deposito sudah amat tak memadai. Maka mereka pun kini menginginkan investasi dengan return di atas deposito, syukur-syukur di atas obligasi.
Namun di lain pihak, sebagian besar khalayak masyarakat investor Indonesia pun menginginkan resiko yang tak terlalu tinggi. Sebab mereka jelas tak menginginkan merasakan “nikmatnya” aktfitas ‘senam jantung’.
Maka dari itu, RDC nampanya menjadi alternatif solusi yang lumayan memadai. Dia mampu memberi return lumayan, dengan resiko yang dibawah RDS. Sungguh menyenangkan bukan?
Tetapi kagetkah Anda, jika saya katakan, “Jangan berinvestasi di RDC. Jika Anda menginginkan return memadai dengan tingkat resiko menengah, pecahlah uang Anda ke RDS dan RDPT saja.”
Mungkin ada yang bertanya, “Apa sih bedanya?”. Oke, kita simak dua buah skenario berikut ini.
Katakanlah si Antok dan Budi sama-sama memiliki dana 100 juta rupiah. Mental mereka sama-sama moderat, dimana mereka ingin return memadai, dengan resiko menengah.
Maka si Antok pun memasukkan dananya ke RDC sebesar 100 juta.
Di lain pihak, si Budi bertemu dengan seorang penasihat keuangan. Nah, si penasihat keuangan itu menyarankan demikian, “Tak usah masuk RDC. Masukkan saja uangmu, 50% ke RDS dan 50% ke RDPT.” Maka Budi pun memasukkan dananya 50 juta ke RDS dan 50 juta ke RDPT.
Suatu hari di tahun 2008, ternyata market saham guncang bukan main. Sementara rupanya dunia obligasi masih adem ayem saja, tidak terlalu terpengaruh krisis. Saat itulah, terpaksa si Antok melakukan cut loss atas 100% dananya di RDC agar tidak terimbas lebih jauh. Sementara di Budi hanya perlu menarik 50% dananya di RDS, sedangkan sisa 50% dananya di RDPT masih bisa jalan terus.
Suatu ketika di pertengahan tahun 2009, ternyata market bergejolak naik turun. Sesekali bisa turun di atas 20%, bahkan hampir mencapai 30%. Karenanya sudah cukup layak untuk dilakukan market timing. Nah, si Antok tidak bisa melakukan market timing secara optimal, sebab dananya di RDC bukan semata-mata berada di saham saja, tetapi campuran saham & obligasi. Sedangkan si Budi bisa melakukan market timing secara maksimal atas dananya di RD Saham, sebab komposisinya nyaris 100% ke saham semua.
Skenario ketiga, katakanlah (jadi cuma fiktif belaka) suatu ketika di tahun 20xx, ternyata Indonesia mengalami krisis moneter tahap kedua. Sepertinya kiamat sudah hampir terjadi, semua negara maju remuk redam, dan ternyata Indonesia pun ikut kena imbasnya. Banyak MI mulai berguguran, terkena krisis global, redemption massal besar-besaran, serta perusahaannya sendiri terbelit hutang.
Ketika RDC si Antok remuk redam dan akhirnya menyatakan pailit dan terkena likuidasi, maka si Antok pun kehilangan semua dananya. Sedangkan apabila salah satu MI si Budi terkena likuidasi, maka si Budi hanya kehilangan salah satu dananya di RD.
Ketiga skenario tersebut, menunjukkan benefit ketika kita memecah dana ke RDS dan RDPT, dibanding masuk ke RDC, yaitu:
- Dalam kondisi krisis saham, dana di RDS bisa ditarik / cut loss, tetapi dana di RDPT bisa tetap jalan terus.
- Dalam kondisi index bergejolak, bisa melakukan market timing secara optimal terhadap dana di RDS, sedangkan dana di RDPT dibiarkan saja.
- Dalam kondisi super krisis dan terjadi kejatuhan MI besar-besaran, bila salah satu RD jatuh, maka masih ada yang lainnya sebagai cadangan / diversifikasi.
Semuanya itu menunjukkan benefit memasukkan dana ke RDS dan RDPT, dibanding dengan memasukkan semua dana ke RDC. Memang dengan memasukkan sekali saja semua dana ke RDC, Anda bisa langsung mendapatkan RD dengan return lumayan dan resiko menengah. Dan tentunya cara ini terasa lebih praktis, dan potongan administrasinya pun jadi lebih kecil. Paling tidak, topup fee dan redemption fee, serta potongan administrasi hanya kena sekali seja.
Tetapi dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk memecah dana ke RDS dan RDPT, Anda bisa mendapatkan ketiga benefit yang saya sebutkan di atas. Kekurangannya, karena Anda bergabung dengan dua buah RD sekaligus, Anda akan terkena berbagai biaya, topup, redemption dan administration fee, sebanyak dua kali.
Sekarang, mana yang kita pilih, semua berpulang pada karakteristik masing-masing individu. Tidak ada yang lebih baik, tidak yang lebih buruk. Yang ada hanya berpulang kepada mana yang lebih sesuai kepribadian masing-masing individu.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Namun di lain pihak, sebagian besar khalayak masyarakat investor Indonesia pun menginginkan resiko yang tak terlalu tinggi. Sebab mereka jelas tak menginginkan merasakan “nikmatnya” aktfitas ‘senam jantung’.
Maka dari itu, RDC nampanya menjadi alternatif solusi yang lumayan memadai. Dia mampu memberi return lumayan, dengan resiko yang dibawah RDS. Sungguh menyenangkan bukan?
Tetapi kagetkah Anda, jika saya katakan, “Jangan berinvestasi di RDC. Jika Anda menginginkan return memadai dengan tingkat resiko menengah, pecahlah uang Anda ke RDS dan RDPT saja.”
Mungkin ada yang bertanya, “Apa sih bedanya?”. Oke, kita simak dua buah skenario berikut ini.
Katakanlah si Antok dan Budi sama-sama memiliki dana 100 juta rupiah. Mental mereka sama-sama moderat, dimana mereka ingin return memadai, dengan resiko menengah.
Maka si Antok pun memasukkan dananya ke RDC sebesar 100 juta.
Di lain pihak, si Budi bertemu dengan seorang penasihat keuangan. Nah, si penasihat keuangan itu menyarankan demikian, “Tak usah masuk RDC. Masukkan saja uangmu, 50% ke RDS dan 50% ke RDPT.” Maka Budi pun memasukkan dananya 50 juta ke RDS dan 50 juta ke RDPT.
Suatu hari di tahun 2008, ternyata market saham guncang bukan main. Sementara rupanya dunia obligasi masih adem ayem saja, tidak terlalu terpengaruh krisis. Saat itulah, terpaksa si Antok melakukan cut loss atas 100% dananya di RDC agar tidak terimbas lebih jauh. Sementara di Budi hanya perlu menarik 50% dananya di RDS, sedangkan sisa 50% dananya di RDPT masih bisa jalan terus.
Suatu ketika di pertengahan tahun 2009, ternyata market bergejolak naik turun. Sesekali bisa turun di atas 20%, bahkan hampir mencapai 30%. Karenanya sudah cukup layak untuk dilakukan market timing. Nah, si Antok tidak bisa melakukan market timing secara optimal, sebab dananya di RDC bukan semata-mata berada di saham saja, tetapi campuran saham & obligasi. Sedangkan si Budi bisa melakukan market timing secara maksimal atas dananya di RD Saham, sebab komposisinya nyaris 100% ke saham semua.
Skenario ketiga, katakanlah (jadi cuma fiktif belaka) suatu ketika di tahun 20xx, ternyata Indonesia mengalami krisis moneter tahap kedua. Sepertinya kiamat sudah hampir terjadi, semua negara maju remuk redam, dan ternyata Indonesia pun ikut kena imbasnya. Banyak MI mulai berguguran, terkena krisis global, redemption massal besar-besaran, serta perusahaannya sendiri terbelit hutang.
Ketika RDC si Antok remuk redam dan akhirnya menyatakan pailit dan terkena likuidasi, maka si Antok pun kehilangan semua dananya. Sedangkan apabila salah satu MI si Budi terkena likuidasi, maka si Budi hanya kehilangan salah satu dananya di RD.
Ketiga skenario tersebut, menunjukkan benefit ketika kita memecah dana ke RDS dan RDPT, dibanding masuk ke RDC, yaitu:
- Dalam kondisi krisis saham, dana di RDS bisa ditarik / cut loss, tetapi dana di RDPT bisa tetap jalan terus.
- Dalam kondisi index bergejolak, bisa melakukan market timing secara optimal terhadap dana di RDS, sedangkan dana di RDPT dibiarkan saja.
- Dalam kondisi super krisis dan terjadi kejatuhan MI besar-besaran, bila salah satu RD jatuh, maka masih ada yang lainnya sebagai cadangan / diversifikasi.
Semuanya itu menunjukkan benefit memasukkan dana ke RDS dan RDPT, dibanding dengan memasukkan semua dana ke RDC. Memang dengan memasukkan sekali saja semua dana ke RDC, Anda bisa langsung mendapatkan RD dengan return lumayan dan resiko menengah. Dan tentunya cara ini terasa lebih praktis, dan potongan administrasinya pun jadi lebih kecil. Paling tidak, topup fee dan redemption fee, serta potongan administrasi hanya kena sekali seja.
Tetapi dengan meluangkan lebih banyak waktu untuk memecah dana ke RDS dan RDPT, Anda bisa mendapatkan ketiga benefit yang saya sebutkan di atas. Kekurangannya, karena Anda bergabung dengan dua buah RD sekaligus, Anda akan terkena berbagai biaya, topup, redemption dan administration fee, sebanyak dua kali.
Sekarang, mana yang kita pilih, semua berpulang pada karakteristik masing-masing individu. Tidak ada yang lebih baik, tidak yang lebih buruk. Yang ada hanya berpulang kepada mana yang lebih sesuai kepribadian masing-masing individu.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
campuran,
cara investasi,
konsep,
reksadana,
rencana,
strategi,
strategi teknik,
tip,
tips,
trik
Mengenal Reksadana Campuran
Selama ini kita mengenal RD saham dan RD pendapatan tetap. Namun, ternyata kedua RD tersebut mampu disilangkan, menghasilkan jenis peranakan baru. Tak lain adalah RD Campuran. Siapa sih dia? Penasaran khan? Yuk, kita kenalan dulu!
Beberapa anggota masyarakat masih merasa enggan berinvestasi di RD Saham. “Saya masih takut resikonya, Pak. Saya ini dulunya seorang deposan. Saya tertarik masuk ke RD karena terprovokasi teman saya, dan karena bunga deposito terus menerus turun.”
Namun di lain pihak, mereka juga mengeluhkan RD pendapatan tetap yang bunganya relatif kecil. Tak banyak RD pendapatan tetap yang mampu memberi imbal hingga 20%, kecuali untuk MI tertentu yang tidak sekedar membeli obligasi untuk mendapatkan returnnya, tetapi juga piawai dan berani mengejar capital gain di bursa obligasi.
Nah, kedua permintaan tersebut, dimana pihak nasabah mengharapkan RD dengan return di atas obligasi, serta dengan resiko kecil, menghasilkan suatu penawaran baru. Kata orang ekonomi, ada permintaan, pasti akan muncul penawaran. Dan lahirlah, RD Campuran.
Pada RD Campuran, sebagian dana nasabah akan dimasukkan ke saham, dan sebagian ke obligasi. Pada RD Saham, biasanya alokasi dananya minimal 80% saham, dan 20% ke obligasi atau ekuitas berefek hutang lainnya. Bahkan salah satu RD Saham terkemuka di Indonesia, berani mematok minimal 90% dana masuk ke saham, dan 10% sisanya baru dimasukkan ke ekuitas berefek hutang. Bahkan ada RD Saham yang terang-terangan mengatakan 100% dana akan dimasukkan saham semua.
Sebaliknya, pada RD Campuran, alokasi dana yang dimasukkan ke obligasi, jelas lebih besar daripada RD Saham. Inilah yang menyebabkan RDC terasa nyaman bagi sebagian khalayak investor.
Di satu pihak, RD Campuran mampu memberi return memadai di atas obligasi, bahkan bisa di atas 30% /thn. Namun, di lain pihak resikonya pun tak sebesar RD Saham. Nah, tentunya adanya kesesuaian antara resiko dengan return ini akan memuaskan banyak pihak nasabah bukan?
Meskipun tampaknya memuaskan nasabah yang menginginkan return lumayan dengan resiko yang masih bisa ditoleransi, namun sebenarnya kalau ditilik, logika RD Campuran amatlah sederhana. Sebarkan saja sebagian dana ke obligasi dan sebagian dana ke saham. Dan jadilah RD Campuran. Logikanya cukup simpel bukan?
Beberapa anggota masyarakat masih merasa enggan berinvestasi di RD Saham. “Saya masih takut resikonya, Pak. Saya ini dulunya seorang deposan. Saya tertarik masuk ke RD karena terprovokasi teman saya, dan karena bunga deposito terus menerus turun.”
Namun di lain pihak, mereka juga mengeluhkan RD pendapatan tetap yang bunganya relatif kecil. Tak banyak RD pendapatan tetap yang mampu memberi imbal hingga 20%, kecuali untuk MI tertentu yang tidak sekedar membeli obligasi untuk mendapatkan returnnya, tetapi juga piawai dan berani mengejar capital gain di bursa obligasi.
Nah, kedua permintaan tersebut, dimana pihak nasabah mengharapkan RD dengan return di atas obligasi, serta dengan resiko kecil, menghasilkan suatu penawaran baru. Kata orang ekonomi, ada permintaan, pasti akan muncul penawaran. Dan lahirlah, RD Campuran.
Pada RD Campuran, sebagian dana nasabah akan dimasukkan ke saham, dan sebagian ke obligasi. Pada RD Saham, biasanya alokasi dananya minimal 80% saham, dan 20% ke obligasi atau ekuitas berefek hutang lainnya. Bahkan salah satu RD Saham terkemuka di Indonesia, berani mematok minimal 90% dana masuk ke saham, dan 10% sisanya baru dimasukkan ke ekuitas berefek hutang. Bahkan ada RD Saham yang terang-terangan mengatakan 100% dana akan dimasukkan saham semua.
Sebaliknya, pada RD Campuran, alokasi dana yang dimasukkan ke obligasi, jelas lebih besar daripada RD Saham. Inilah yang menyebabkan RDC terasa nyaman bagi sebagian khalayak investor.
Di satu pihak, RD Campuran mampu memberi return memadai di atas obligasi, bahkan bisa di atas 30% /thn. Namun, di lain pihak resikonya pun tak sebesar RD Saham. Nah, tentunya adanya kesesuaian antara resiko dengan return ini akan memuaskan banyak pihak nasabah bukan?
Meskipun tampaknya memuaskan nasabah yang menginginkan return lumayan dengan resiko yang masih bisa ditoleransi, namun sebenarnya kalau ditilik, logika RD Campuran amatlah sederhana. Sebarkan saja sebagian dana ke obligasi dan sebagian dana ke saham. Dan jadilah RD Campuran. Logikanya cukup simpel bukan?
Do & Don’t Dalam Investasi (panduan meningkatkan investasi)
Do’s
(1) Baca prospektus investasinya dengan baik dan lengkap.
(2) Carilah informasi memadai seputar investasi tersebut.
(3) Pastikan mempunyai data-data yang akurat sebelum benar-benar terjun berinvestasi.
(4) Punyailah dana cadangan / darurat, apabila investasi Anda gagal.
(5) Investasikanlah waktu & pengetahuan lebih dulu sebelum benar-benar berinvestasi dengan uang betulan.
(6) Milikilah forum investasi, dan berdiskusilah serta berbagilah dengan rekan-rekan sesama investor berpengalaman.
(7) Mulailah dari kerikil kecil lebih dulu. Masukkan dana kecil-kecilan dulu, yang ditambah pelan-pelan seiring meningkatnya pengalaman Anda.
(8) Pastikan selalu melakukan konfirmasi atas semua berita yang ada. Jangan memasukkan uang / dana, sekedar mendasarkan diri pada berita / provokasi dari teman Anda.
(9) Untuk pemula, gunakan investasi jangka panjang. Untuk yang lebih profesional, barulah boleh main jangka pendek.
(10) Punyailah mentor untuk membimbing Anda dalam investasi Anda, dan dalam periode yang berat dan sukar.
(11) Setelah Anda berpengalaman, buatlah SOP (Standar Operating Procedure) dalam berinvestasi. Percayalah, adanya SOP dalam analisis teknis maupun fundamental, amat menenangkan jiwa dan mencegah kepanikan yang tak beraturan.
Don’t
(1) Jangan berinvestasi karena provokasi teman / rekan, melainkan karena Anda memang menyukai dan menguasainya.
(2) Jangan fanatik pada satu kendaraan investasi saja. Punyailah minimal 2 atau 3, dan berganti-gantilah kendaraan investasi, sesuai timing yang tepat.
(3) Jika tidak paham, jangan malu bertanya. Ingat, malu bertanya, sesat duitnya!
(4) Jangan pernah panik akan berita apapun juga. Tetap berkepala dingin, dan terus melakukan konfirmasi atas berbagai berita dunia.
(5) Jangan pernah lupa melakukan diversifikasi atas aset-aset Anda. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.
(6) Jangan pernah lupa menanyakan aspek hukum & legalitas investasinya.
(7) Jangan pernah berinvestasi secara tergesa-gesa / kebut semalam, tanpa perhitungan yang masak lebih dulu.
(8) Untuk pemula, jangan pernah bermain dalam kondisi spekulan yang terlalu liar kecuali jika menggunakan konsep jangka panjang.
(9) Jangan lupa menetapkan target kapan mau cut loss, kapan keluar bursa, dan kapan masuk kembali.
(10) Jangan lupa memperhitungkan untuk apa investasi tersebut. Untuk keperluan vital macam sekolah anak, biaya jaga-jaga dari penyakit, atau pensiun, pastikan Anda hanya masuk ke investasi yang paling dikuasai. Sedang untuk keperluan tak begitu vital macam liburan, silakan masuk ke investasi mana saja.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
(1) Baca prospektus investasinya dengan baik dan lengkap.
(2) Carilah informasi memadai seputar investasi tersebut.
(3) Pastikan mempunyai data-data yang akurat sebelum benar-benar terjun berinvestasi.
(4) Punyailah dana cadangan / darurat, apabila investasi Anda gagal.
(5) Investasikanlah waktu & pengetahuan lebih dulu sebelum benar-benar berinvestasi dengan uang betulan.
(6) Milikilah forum investasi, dan berdiskusilah serta berbagilah dengan rekan-rekan sesama investor berpengalaman.
(7) Mulailah dari kerikil kecil lebih dulu. Masukkan dana kecil-kecilan dulu, yang ditambah pelan-pelan seiring meningkatnya pengalaman Anda.
(8) Pastikan selalu melakukan konfirmasi atas semua berita yang ada. Jangan memasukkan uang / dana, sekedar mendasarkan diri pada berita / provokasi dari teman Anda.
(9) Untuk pemula, gunakan investasi jangka panjang. Untuk yang lebih profesional, barulah boleh main jangka pendek.
(10) Punyailah mentor untuk membimbing Anda dalam investasi Anda, dan dalam periode yang berat dan sukar.
(11) Setelah Anda berpengalaman, buatlah SOP (Standar Operating Procedure) dalam berinvestasi. Percayalah, adanya SOP dalam analisis teknis maupun fundamental, amat menenangkan jiwa dan mencegah kepanikan yang tak beraturan.
Don’t
(1) Jangan berinvestasi karena provokasi teman / rekan, melainkan karena Anda memang menyukai dan menguasainya.
(2) Jangan fanatik pada satu kendaraan investasi saja. Punyailah minimal 2 atau 3, dan berganti-gantilah kendaraan investasi, sesuai timing yang tepat.
(3) Jika tidak paham, jangan malu bertanya. Ingat, malu bertanya, sesat duitnya!
(4) Jangan pernah panik akan berita apapun juga. Tetap berkepala dingin, dan terus melakukan konfirmasi atas berbagai berita dunia.
(5) Jangan pernah lupa melakukan diversifikasi atas aset-aset Anda. Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.
(6) Jangan pernah lupa menanyakan aspek hukum & legalitas investasinya.
(7) Jangan pernah berinvestasi secara tergesa-gesa / kebut semalam, tanpa perhitungan yang masak lebih dulu.
(8) Untuk pemula, jangan pernah bermain dalam kondisi spekulan yang terlalu liar kecuali jika menggunakan konsep jangka panjang.
(9) Jangan lupa menetapkan target kapan mau cut loss, kapan keluar bursa, dan kapan masuk kembali.
(10) Jangan lupa memperhitungkan untuk apa investasi tersebut. Untuk keperluan vital macam sekolah anak, biaya jaga-jaga dari penyakit, atau pensiun, pastikan Anda hanya masuk ke investasi yang paling dikuasai. Sedang untuk keperluan tak begitu vital macam liburan, silakan masuk ke investasi mana saja.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
Mengapa RD Terproteksi Tidak Boleh Ditarik Dananya Sebelum Jatuh Tempo
Kalau kita main di jenis RD yg lain, maka kita akan merasakan likuidnya sistem RD Terbuka di Indonesia, yakni kebebasan menarik dana kapan saja tanpa adanya penalti kecuali tentunya Redemption Fee yang bervariasi besarnya. Namun fenomena berbeda akan dirasakan pada RD Terproteksi, dimana jika kita menarik dana sebelum waktu yang ditentukan, maka kita akan terkena penalti tertentu.
Pertanyaannya, why, why, and why?
Menjawab pertanyaan ini, kita harus kembali merunut bahwa sebagian besar RD Terproteksi ditempatkan dalam obligasi berbunga tinggi. Bunga tinggi dari obligasi tersebut ditambah rating obligasinya dimana dia biasanya memiliki rating tinggi (misalnya AAA) yang potensi gagal bayarnya kecil, menjadikan RD Terproteksi mampu menjamin dana nasabah minimal kembali 100% utuh seperti sediakala.
Namun, karena RD Terproteksi dipaksa menjamn dana nasabah kembali 100% sediakala, maka konsekuensinya obligasi yang diambil pihak Manajer Investasi pun tidak boleh ditarik seenaknya. Sebab seperti kita ketahui bersama, dalam bursa obligasi, suatu obligasi bisa saja turun nilai jualnya. Misalnya nilai obligasi A dulu bernilai 1 triliun rupiah, kini turun menjadi 950 milyar. Hal ini bisa saja terjadi. Mengapa? Sebab kenaikan BI-rate atau adanya obligasi baru dengan bunga yang lebih menarik, akan cenderung menjatuhkan nilai obligasi lama.
Pendek kata, kadang obligasi yang dibeli MI RD Terproteksi bisa turun nilai jualnya di bursa.
Konsekuensinya, jika nasabah menarik dananya di sembarang waktu, pihak MI terpaksa menjual sebagian obligasi yang dimilikinya tersebut ke bursa. Katakanlah waktu itu harga jual obligasi tersebut baru turun nilainya, maka pihak MI pun terpaksa menelan kerugian penjualan senilai tertentu, karena tuntutan pihak nasabah yang ingin dananya cair saat itu juga. Itulah alasan yang mendasari mengapa RD Terproteksi melarang penarikan sebelum jatuh tempo, dan jika nasabah ngotot melakukannya, akan dikenai sejumlah penalti berupa potongan dengan nilai tertentu.
Lalu, kejamkah kebijakan pihak MI RD Terproteksi ini?
Saya kira, tidak juga. Bagi mereka yang biasa tinggal di dunia pasar modal, tentu memahami bahwa kebijakan MI ini wajar saja. Illustrasinya, coba Anda sendiri membeli obligasi ORI. Kemudian suatu ketika, obligasi ORI tersebut turun nilainya, misalnya karena adanya obligasi ORI dengan imbal lebih besar atau peningkatan BI-rate. Nah, ketika harga jual obligasi ORI turun, dan Anda nekad menjualnya di bursa, Anda pun terpaksa menelan pil pahit bahwa harga jualnya tidak lagi sebagus dulu. Dan Anda pun mengalami kerugian penjualan sejumlah tertentu.
Begitulah kira-kira perasaan MI ketika Anda memaksanya mencairkan dananya pada sembarang waktu, terutama ketika bursa obligasi sedang turun. Kalau permintaan Anda ditolak, sudah tentu kepercayaan nasabah akan turun akibatnya. Sebaliknya kalau permintaan Anda dikabulkan, pihak MI terpaksa gigit jari sebab terpaksa harus menjual sebagian obligasinya dengan harga di bawah normal. Oh well, maju kena, mundur kena. Saya jadi ingat judul sebuah film yang dibintangi Dono-Indo-Kasino...
Karena itulah, saya pun bisa memahami kebijakan pihak MI memberikan denda pada Anda apabila Anda menarik dana sebelum jatuh tempo yang disepakati bersama. Yah, itulah harga sebuah jaminan proteksi dana pasti minimal balik 100%. Kalau di dunia nyata, orang pun perlu bayar fee body-guard untuk menjamin keamanan dirinya, maka saya kira wajar jika di dunia pasar modal pun, yang namanya keamanan dan jaminan itu tidaklah gratis. Seyogyanya, memang di abad 21 ini, tak ada yang namanya gratis, selain di alam mimpi.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
===========================
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Pertanyaannya, why, why, and why?
Menjawab pertanyaan ini, kita harus kembali merunut bahwa sebagian besar RD Terproteksi ditempatkan dalam obligasi berbunga tinggi. Bunga tinggi dari obligasi tersebut ditambah rating obligasinya dimana dia biasanya memiliki rating tinggi (misalnya AAA) yang potensi gagal bayarnya kecil, menjadikan RD Terproteksi mampu menjamin dana nasabah minimal kembali 100% utuh seperti sediakala.
Namun, karena RD Terproteksi dipaksa menjamn dana nasabah kembali 100% sediakala, maka konsekuensinya obligasi yang diambil pihak Manajer Investasi pun tidak boleh ditarik seenaknya. Sebab seperti kita ketahui bersama, dalam bursa obligasi, suatu obligasi bisa saja turun nilai jualnya. Misalnya nilai obligasi A dulu bernilai 1 triliun rupiah, kini turun menjadi 950 milyar. Hal ini bisa saja terjadi. Mengapa? Sebab kenaikan BI-rate atau adanya obligasi baru dengan bunga yang lebih menarik, akan cenderung menjatuhkan nilai obligasi lama.
Pendek kata, kadang obligasi yang dibeli MI RD Terproteksi bisa turun nilai jualnya di bursa.
Konsekuensinya, jika nasabah menarik dananya di sembarang waktu, pihak MI terpaksa menjual sebagian obligasi yang dimilikinya tersebut ke bursa. Katakanlah waktu itu harga jual obligasi tersebut baru turun nilainya, maka pihak MI pun terpaksa menelan kerugian penjualan senilai tertentu, karena tuntutan pihak nasabah yang ingin dananya cair saat itu juga. Itulah alasan yang mendasari mengapa RD Terproteksi melarang penarikan sebelum jatuh tempo, dan jika nasabah ngotot melakukannya, akan dikenai sejumlah penalti berupa potongan dengan nilai tertentu.
Lalu, kejamkah kebijakan pihak MI RD Terproteksi ini?
Saya kira, tidak juga. Bagi mereka yang biasa tinggal di dunia pasar modal, tentu memahami bahwa kebijakan MI ini wajar saja. Illustrasinya, coba Anda sendiri membeli obligasi ORI. Kemudian suatu ketika, obligasi ORI tersebut turun nilainya, misalnya karena adanya obligasi ORI dengan imbal lebih besar atau peningkatan BI-rate. Nah, ketika harga jual obligasi ORI turun, dan Anda nekad menjualnya di bursa, Anda pun terpaksa menelan pil pahit bahwa harga jualnya tidak lagi sebagus dulu. Dan Anda pun mengalami kerugian penjualan sejumlah tertentu.
Begitulah kira-kira perasaan MI ketika Anda memaksanya mencairkan dananya pada sembarang waktu, terutama ketika bursa obligasi sedang turun. Kalau permintaan Anda ditolak, sudah tentu kepercayaan nasabah akan turun akibatnya. Sebaliknya kalau permintaan Anda dikabulkan, pihak MI terpaksa gigit jari sebab terpaksa harus menjual sebagian obligasinya dengan harga di bawah normal. Oh well, maju kena, mundur kena. Saya jadi ingat judul sebuah film yang dibintangi Dono-Indo-Kasino...
Karena itulah, saya pun bisa memahami kebijakan pihak MI memberikan denda pada Anda apabila Anda menarik dana sebelum jatuh tempo yang disepakati bersama. Yah, itulah harga sebuah jaminan proteksi dana pasti minimal balik 100%. Kalau di dunia nyata, orang pun perlu bayar fee body-guard untuk menjamin keamanan dirinya, maka saya kira wajar jika di dunia pasar modal pun, yang namanya keamanan dan jaminan itu tidaklah gratis. Seyogyanya, memang di abad 21 ini, tak ada yang namanya gratis, selain di alam mimpi.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
===========================
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
definisi,
konsep,
mengapa kena penalti,
mutual fund,
RD,
reksadana,
strategi,
terproteksi
Langganan:
Postingan (Atom)
