Privat Umum Reksadana Hanya 100 Ribu Rupiah
Orang bijak berkata, “Sebelum Anda berinvestasi dengan uang betulan, investasikan dulu waktu Anda untuk mendalami seluk beluk pengetahuan dan fundamental teknisnya.”
Begitu pula ketika kita hendak berinvestasi di reksadana dengan jumlah besar, ada baiknya kita mempelajari dasar pengetahuan finansial seputar reksadana, mulai yang paling dasar hingga yang paling teknis. Pada hakekatnya banyak cara untuk mendapatkan pengetahuan finansial yang memadai, mulai dari membaca buku, bertanya pada pakar, mendalami berbagai situs Internet. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan finansial secara cepat adalah dengan mengikuti kursus reksadana.
Memahami kebutuhan masyarakat akan pengetahuan finansial yang memadai, kami membuka jasa privat reksadana dengan biaya murah 100 ribu rupiah saja. Cara pelatihannya, tiap minggunya kami akan mengirimkan modul via email, beserta PR yang perlu Anda kerjakan. Anda akan dilatih untuk langsung menganalisa pasar, membaca berita ekonomi, mengamati grafik, dan membuat prediksi secara langsung. Disini, konsep pelatihannya berprinsip “bisa dengan mencoba secara langsung”. Sehingga setelah pelatihan berakhir, Anda dijamin sudah mempunyai basic pengetahuan reksadana yang bisa dipraktikkan secara langsung. Paling tidak akan memahami cara menghindari kerugian di reksadana.
Materinya:
- Perbandingan RD Saham, Pendapatan Tetap, Terproteksi, Campuran
- Dasar memilih reksadana
- Investasi jangka panjang, menengah & pendek
- DCA vs Lump sump
- Penyempurnaan DCA dengan Fundamental Analisis dan Teknikal Analisis
- Melakukan Teknikal Analisis
- Melakukan Fundamental Analisis
- Pengamatan grafik & cara membaca berita ekonomi
- Teknik minimalisasi resiko reksadana
Kami tunggu Anda pada privat reksadana kami. Mohon untuk mengajak teman-teman sekalian. Bagi yang membawa teman, akan diberikan berbagai tips-tips tambahan.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
--------------------------------------
Penawaran khusus:
Khusus hingga akhir Agustus 2009 ini, bagi 20 peserta pertama, bonus gratis program perhitungan pensiun yang akan dikirim via email.
Tampilkan postingan dengan label danareksa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label danareksa. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 Agustus 2009
Kamis, 20 Agustus 2009
Laporan Bulanan Reksadana Itu Perlu Nggak
Saya ingat di tahun 2009 silam, ada pembaca buku saya “Hidup Kaya Tanpa Bekerja” yang mengajukan konsultasi:
“Bagaimana cara mengetahui invest RD saham kita aman cos lap bulanan dari MI khan jg g selalu di kirim, situs infovesta tu khan juga berbayar n situs Bapeppam LK khan kadang sering troubel (tajuk Kontan mgguan Tggl 17 Jan 2009)”
Pada dasarnya RD seharusnya sudah cukup aman, sebab dana di RD itu tidak dikelola MI sendiri, melainkan dititipkan ke Bank Kustodian. Jadi dananya disimpan di bank Kustodian, tetapi pengelolaannya oleh MI. Saya kurang tahu apakah aturan ini sudah berubah atau belum, tetapi aturan hukumnya dulu demikian -- dimana dana RD harus masuk ke bank kustodian, agar dijaga pihak ketiga dari kecurangan.
Untuk mengawasi RD dari potensi kolaps, tidak bisa mengandalkan laporan bulanan. Laporan bulanan itu hanyalah alat untuk menjaga kepercayaan nasabah saja. Pada praktiknya, laporan bulanan sering terlambat dikirim. Kalau bulan ini saya terima laporan bank RD saya naik, pada praktiknya laporan itu sudah kadaluarsa. Pada dasarnya saya tak pernah menggunakan laporan bulanan sebagai sarana pemantauan RD saya. Saya hanya menganggapnya berita: "Ya, RD ini masih ada di bank ini, belum pindah-pindah, RD ini masih hidup", habis itu laporan bulanannya saya taruh ke keranjang sampah, he he he ^_^
Intinya, pada praktiknya laporan bulanan RD itu tak berfaedah sama sekali.
Sebagai gantinya saya menggunakan grafik aktual di www.infovesta.com. Kalau situs itu kolaps, gunakan tabel Redemption / Subscription di www.bapepam.go.id.
Terakhir, pemantauan RD yang saya lakukan bukan 1 bulan sekali, melainkan minimal 2 kali seminggu. Pada dasarnya untuk mereka yang tidak menggunakan metode DCA (seperti saya misalnya) melainkan memakai teknik lump sump dan market timing, wajib memantau lebih sering. Kalau yang menggunakan DCA sih cukup berlanggan koran macam Kontan atau Bisnis Indonesia saja.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
“Bagaimana cara mengetahui invest RD saham kita aman cos lap bulanan dari MI khan jg g selalu di kirim, situs infovesta tu khan juga berbayar n situs Bapeppam LK khan kadang sering troubel (tajuk Kontan mgguan Tggl 17 Jan 2009)”
Pada dasarnya RD seharusnya sudah cukup aman, sebab dana di RD itu tidak dikelola MI sendiri, melainkan dititipkan ke Bank Kustodian. Jadi dananya disimpan di bank Kustodian, tetapi pengelolaannya oleh MI. Saya kurang tahu apakah aturan ini sudah berubah atau belum, tetapi aturan hukumnya dulu demikian -- dimana dana RD harus masuk ke bank kustodian, agar dijaga pihak ketiga dari kecurangan.
Untuk mengawasi RD dari potensi kolaps, tidak bisa mengandalkan laporan bulanan. Laporan bulanan itu hanyalah alat untuk menjaga kepercayaan nasabah saja. Pada praktiknya, laporan bulanan sering terlambat dikirim. Kalau bulan ini saya terima laporan bank RD saya naik, pada praktiknya laporan itu sudah kadaluarsa. Pada dasarnya saya tak pernah menggunakan laporan bulanan sebagai sarana pemantauan RD saya. Saya hanya menganggapnya berita: "Ya, RD ini masih ada di bank ini, belum pindah-pindah, RD ini masih hidup", habis itu laporan bulanannya saya taruh ke keranjang sampah, he he he ^_^
Intinya, pada praktiknya laporan bulanan RD itu tak berfaedah sama sekali.
Sebagai gantinya saya menggunakan grafik aktual di www.infovesta.com. Kalau situs itu kolaps, gunakan tabel Redemption / Subscription di www.bapepam.go.id.
Terakhir, pemantauan RD yang saya lakukan bukan 1 bulan sekali, melainkan minimal 2 kali seminggu. Pada dasarnya untuk mereka yang tidak menggunakan metode DCA (seperti saya misalnya) melainkan memakai teknik lump sump dan market timing, wajib memantau lebih sering. Kalau yang menggunakan DCA sih cukup berlanggan koran macam Kontan atau Bisnis Indonesia saja.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
bulanan,
danareksa,
kegunaan,
laporan,
memantau perkembangan,
monthly,
penggunaan,
reksadana,
report,
use of
Reksadana Bagi Pemula
Ibu-ibu, Bapak-bapak, pertama saya mau tanya dulu, “Berapa bunga deposito saat ini?”
Kalau jawabnya, 5 s/d 9%, berarti Ibu-ibu atau Bapak-bapak memang memahami situasi bank saat ini.
Sekarang pertanyaannya, Ibu-ibu atau Bapak-bapak, berapa return reksadana pada tahun 2007 kemarin?
Kalau jawabannya, 40 s/d 70%, berarti Ibu-ibu, Bapak-bapak memang investor reksadana sejati.
Banyak orang beralih ke reksadana dari deposito. Alasannya sederhana saja, bunga deposito kini makin kecil saja. Apalagi kemarin Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk menurunkan BI-rate sebesar 0,25%. Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika BI-rate menurun, otomatis bunga deposito di berbagai bank akan langsung ikut melorot. Setahun lalu, bunga bank daerah terbesar berkisar 13% /thn, kini bunga bank daerah hanya berkisar 11 – 12% saja. Karena makin kecilnya bunga deposito, tak ada salahnya melirik reksadana yang return-nya lebih besar khan?
“Tapi saya kan pemula, Pak?” begitu jawab para responden biasanya. Untuk pemula pun ada siasatnya, sebagai berikut.
(1) Jika ingin aman, masuklah ke reksadana pendapatan tetap. Karena RDPT terbilang kecil volatilitasnya, sebab masuk ke obligasi, maka market timing tidak dilakukan.
(2) Kapan masuknya? Masuk saja kapan saja. Tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, sebab volatilitasnya terbilang rendah. Bahkan pada tahun 2008 dimana reksadana saham remuk redam, RDPT masih tetap aman-aman saja.
(3) Karena tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, maka pada RDPT siasatnya adalah memilih produk RDPT yang tepat. Kemudian sisanya masukkan saja dananya tiap kali ada uang lebih.
(4) Karena kita akan memasukkan dana ke RDPT tiap kali ada uang lebih, maka pastikan kebijakan minimum subscription / top up di bank kustodian Anda, mematok minimum subscript / top up yang kecil.
Oleh karena itu, RDPT bisa menjadi semacam alternatif baru bagi para pemula reksadana. Namun, hendaknya mereka yang memang peduli dengan masa depan yang lebih baik, mulai belajar RDS sambil jalan. Sebab perbedaan return di antara keduanya, membuat RDPT ibaratnya siput, jika dibandingkan RDS, meskipun memang RDPT jauh lebih aman.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
====
Jasa Kami
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Kalau jawabnya, 5 s/d 9%, berarti Ibu-ibu atau Bapak-bapak memang memahami situasi bank saat ini.
Sekarang pertanyaannya, Ibu-ibu atau Bapak-bapak, berapa return reksadana pada tahun 2007 kemarin?
Kalau jawabannya, 40 s/d 70%, berarti Ibu-ibu, Bapak-bapak memang investor reksadana sejati.
Banyak orang beralih ke reksadana dari deposito. Alasannya sederhana saja, bunga deposito kini makin kecil saja. Apalagi kemarin Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk menurunkan BI-rate sebesar 0,25%. Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika BI-rate menurun, otomatis bunga deposito di berbagai bank akan langsung ikut melorot. Setahun lalu, bunga bank daerah terbesar berkisar 13% /thn, kini bunga bank daerah hanya berkisar 11 – 12% saja. Karena makin kecilnya bunga deposito, tak ada salahnya melirik reksadana yang return-nya lebih besar khan?
“Tapi saya kan pemula, Pak?” begitu jawab para responden biasanya. Untuk pemula pun ada siasatnya, sebagai berikut.
(1) Jika ingin aman, masuklah ke reksadana pendapatan tetap. Karena RDPT terbilang kecil volatilitasnya, sebab masuk ke obligasi, maka market timing tidak dilakukan.
(2) Kapan masuknya? Masuk saja kapan saja. Tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, sebab volatilitasnya terbilang rendah. Bahkan pada tahun 2008 dimana reksadana saham remuk redam, RDPT masih tetap aman-aman saja.
(3) Karena tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, maka pada RDPT siasatnya adalah memilih produk RDPT yang tepat. Kemudian sisanya masukkan saja dananya tiap kali ada uang lebih.
(4) Karena kita akan memasukkan dana ke RDPT tiap kali ada uang lebih, maka pastikan kebijakan minimum subscription / top up di bank kustodian Anda, mematok minimum subscript / top up yang kecil.
Oleh karena itu, RDPT bisa menjadi semacam alternatif baru bagi para pemula reksadana. Namun, hendaknya mereka yang memang peduli dengan masa depan yang lebih baik, mulai belajar RDS sambil jalan. Sebab perbedaan return di antara keduanya, membuat RDPT ibaratnya siput, jika dibandingkan RDS, meskipun memang RDPT jauh lebih aman.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
====
Jasa Kami
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
danareksa,
pemula,
pendapatan tetap,
RD,
reksadana,
resiko minim,
strategi
Apa Itu Reksadana
Reksadana adalah sebuah intrumen investasi dimana kita membayar sejumlah uang dan membiarkan dana tersebut dikelola oleh manajer investasi profesional untuk diputar di pasar modal. Apabila kita membeli reksadana saham, berarti kita meminta mereka untuk membantu kita memilihkan saham-saham yang bagus. Apabila kita membeli reksadana pendapatan tetap, berarti kita meminta mereka untuk membantu kita memilihkan obligasi yang bagus.
Sebagai contoh, ada ribuan masyarakat yang memasukkan dana pada sebuah reksadana saham A. Uang yang terkumpul dari dana masyarakat berkisar sebesar 100 milyar rupiah. Dana sebesar itu akan dikelola oleh manajer investasi dalam reksadana tersebut untuk membeli saham. Apabila nanti ada keuntungan dari bermain saham ini, maka masyarakat jugalah yang mendapat untung. Dengan kata lain, pada reksadana saham, kita bermain di saham, namun melalui perantara manajer investasi profesional. Cara ini tergolong cukup aman karena permainan saham dilakukan oleh manajer profesional yang biasa juga telah berpengalaman. Bandingkan apabila kita sendiri yang melakukan permainan saham.
Tapi, tentunya para manajer investasi tersebut juga meminta gaji dari kita. Nanti kita akan membahas hal tersebut setelah kita memahami lebih dulu sistem yang berlaku dalam reksadana.
Mengapa Reksadana
Investasi reksadana merupakan sebuah investasi yang paling cocok untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Alasannya sebagai berikut.
Pembahasan buku ini menekankan pada investasi reksadana, sebuah investasi yang cukup dikenal oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Alasannya sebagai berikut.
- Investasi ini murah. Anda bisa berinvestasi di reksadana cukup dengan uang 500 ribu rupiah saja. Bandingkan dengan investasi perumahan, emas batangan, atau bahkan deposito yang mematok minimal 7 s/d 10 juta untuk bisa membuka rekening.
- Investasi ini memiliki resiko yang jauh lebih kecil dibanding saham.
- Investasi ini mampu memberi return yang cukup tinggi, 30% s/d 50% /thn, dengan resiko yang relatif kecil.
- Investasi ini mudah pengelolaannya. Hitung-hitungannya tidak serumit saham.
Oleh karena itu, pada dasarnya investasi reksadana merupakan sebuah investasi yang paling cocok untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab, fakta nyata membuktikan bahwa sebagian besar khalayak masyarakat masih bermental takut resiko, namun mengharapkan return yang lebih tinggi dibanding deposito.
Nah, disinilah reksadana mengambil peranan. Sebab dia memiliki karakteristik resiko menengah (relatif kecil), tetapi dengan tingkat return yang memadai.
Sebagai contoh, ada ribuan masyarakat yang memasukkan dana pada sebuah reksadana saham A. Uang yang terkumpul dari dana masyarakat berkisar sebesar 100 milyar rupiah. Dana sebesar itu akan dikelola oleh manajer investasi dalam reksadana tersebut untuk membeli saham. Apabila nanti ada keuntungan dari bermain saham ini, maka masyarakat jugalah yang mendapat untung. Dengan kata lain, pada reksadana saham, kita bermain di saham, namun melalui perantara manajer investasi profesional. Cara ini tergolong cukup aman karena permainan saham dilakukan oleh manajer profesional yang biasa juga telah berpengalaman. Bandingkan apabila kita sendiri yang melakukan permainan saham.
Tapi, tentunya para manajer investasi tersebut juga meminta gaji dari kita. Nanti kita akan membahas hal tersebut setelah kita memahami lebih dulu sistem yang berlaku dalam reksadana.
Mengapa Reksadana
Investasi reksadana merupakan sebuah investasi yang paling cocok untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Alasannya sebagai berikut.
Pembahasan buku ini menekankan pada investasi reksadana, sebuah investasi yang cukup dikenal oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Alasannya sebagai berikut.
- Investasi ini murah. Anda bisa berinvestasi di reksadana cukup dengan uang 500 ribu rupiah saja. Bandingkan dengan investasi perumahan, emas batangan, atau bahkan deposito yang mematok minimal 7 s/d 10 juta untuk bisa membuka rekening.
- Investasi ini memiliki resiko yang jauh lebih kecil dibanding saham.
- Investasi ini mampu memberi return yang cukup tinggi, 30% s/d 50% /thn, dengan resiko yang relatif kecil.
- Investasi ini mudah pengelolaannya. Hitung-hitungannya tidak serumit saham.
Oleh karena itu, pada dasarnya investasi reksadana merupakan sebuah investasi yang paling cocok untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebab, fakta nyata membuktikan bahwa sebagian besar khalayak masyarakat masih bermental takut resiko, namun mengharapkan return yang lebih tinggi dibanding deposito.
Nah, disinilah reksadana mengambil peranan. Sebab dia memiliki karakteristik resiko menengah (relatif kecil), tetapi dengan tingkat return yang memadai.
Label:
basic,
belajar,
danareksa,
dasar,
definisi,
fundamental investasi,
mutual fund,
RD,
reksadana
Langganan:
Postingan (Atom)
