Bagi para pemula reksadana, ada satu pertanyaan yang paling sering diajukan, yakni: “Bagaimana dengan resikonya uang saya hilang di reksadana?” Karena seringnya pertanyaan ini diajukan, menunjukkan pentingnya ilmu manajemen resiko reksadana.
Pertanyaannya, bagaimana caranya meminimalkan resiko reksadana? Paling tidak ada 3 cara:
- Berinvestasi untuk jangka panjang. Alasannya, para pakar sepakat bahwa pasar yang turun, kelak pasti naik lagi. Pada investasi jangka pendek, kita akan lebih mudah terimbas naik-turunnya (volatilitas) bursa. Berbeda dengan investasi jangka panjang, kita akan lebih “kebal” terhadap volatilitas naik-turunnya bursa.
- Berinvestasi dengan strategi DCA (Dollar Cost Averaging), dimana kita tidak memasukkan uang secara langsung, melainkan dengan memasukkannya secara bertahap. Biasanya pemasukkan dana ke reksadana dilakukan pada tiap awal atau akhir bulan.
- Mengamati pasar dan melakukan cut loss dan top up pada saat-saat yang tepat. Memang tidak ada jaminan bahwa timing yang kita pilih akan 100% tepat, namun paling tidak dengan menggunakan teknik analisis yang mendalam, kemungkinan besar hasilnya akan bisa lebih optimal.
Pertanyaannya sekarang, teknik mana yang mesti kita pakai?
Untuk pemula:
- Gunakan teknik DCA dan investasi jangka panjang.
Untuk profesional:
- Gunakan teknik pengamatan pasar dan investasi jangka panjang.
Apabila kita terbiasa melakukan pengamatan pasar, memang seringkali hasilnya akan bisa lebih optimal. Untuk mempelajarinya pun tidak terlalu rumit, cukup dengan mempelajari dasar-dasar analisis fundamental dan teknikal. Sisanya biar jam terbang dan pengalaman kita yang menyempurnakannya secara step by step.
--------------------------------
Privat murah reksadana, cukup 100 ribu saja. Dibimbing sampai bisa, praktik langsung. Garansi support via email 3 bulan.
Tampilkan postingan dengan label resiko minim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resiko minim. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 Agustus 2009
Kamis, 20 Agustus 2009
Reksadana Bagi Pemula
Ibu-ibu, Bapak-bapak, pertama saya mau tanya dulu, “Berapa bunga deposito saat ini?”
Kalau jawabnya, 5 s/d 9%, berarti Ibu-ibu atau Bapak-bapak memang memahami situasi bank saat ini.
Sekarang pertanyaannya, Ibu-ibu atau Bapak-bapak, berapa return reksadana pada tahun 2007 kemarin?
Kalau jawabannya, 40 s/d 70%, berarti Ibu-ibu, Bapak-bapak memang investor reksadana sejati.
Banyak orang beralih ke reksadana dari deposito. Alasannya sederhana saja, bunga deposito kini makin kecil saja. Apalagi kemarin Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk menurunkan BI-rate sebesar 0,25%. Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika BI-rate menurun, otomatis bunga deposito di berbagai bank akan langsung ikut melorot. Setahun lalu, bunga bank daerah terbesar berkisar 13% /thn, kini bunga bank daerah hanya berkisar 11 – 12% saja. Karena makin kecilnya bunga deposito, tak ada salahnya melirik reksadana yang return-nya lebih besar khan?
“Tapi saya kan pemula, Pak?” begitu jawab para responden biasanya. Untuk pemula pun ada siasatnya, sebagai berikut.
(1) Jika ingin aman, masuklah ke reksadana pendapatan tetap. Karena RDPT terbilang kecil volatilitasnya, sebab masuk ke obligasi, maka market timing tidak dilakukan.
(2) Kapan masuknya? Masuk saja kapan saja. Tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, sebab volatilitasnya terbilang rendah. Bahkan pada tahun 2008 dimana reksadana saham remuk redam, RDPT masih tetap aman-aman saja.
(3) Karena tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, maka pada RDPT siasatnya adalah memilih produk RDPT yang tepat. Kemudian sisanya masukkan saja dananya tiap kali ada uang lebih.
(4) Karena kita akan memasukkan dana ke RDPT tiap kali ada uang lebih, maka pastikan kebijakan minimum subscription / top up di bank kustodian Anda, mematok minimum subscript / top up yang kecil.
Oleh karena itu, RDPT bisa menjadi semacam alternatif baru bagi para pemula reksadana. Namun, hendaknya mereka yang memang peduli dengan masa depan yang lebih baik, mulai belajar RDS sambil jalan. Sebab perbedaan return di antara keduanya, membuat RDPT ibaratnya siput, jika dibandingkan RDS, meskipun memang RDPT jauh lebih aman.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
====
Jasa Kami
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Kalau jawabnya, 5 s/d 9%, berarti Ibu-ibu atau Bapak-bapak memang memahami situasi bank saat ini.
Sekarang pertanyaannya, Ibu-ibu atau Bapak-bapak, berapa return reksadana pada tahun 2007 kemarin?
Kalau jawabannya, 40 s/d 70%, berarti Ibu-ibu, Bapak-bapak memang investor reksadana sejati.
Banyak orang beralih ke reksadana dari deposito. Alasannya sederhana saja, bunga deposito kini makin kecil saja. Apalagi kemarin Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk menurunkan BI-rate sebesar 0,25%. Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika BI-rate menurun, otomatis bunga deposito di berbagai bank akan langsung ikut melorot. Setahun lalu, bunga bank daerah terbesar berkisar 13% /thn, kini bunga bank daerah hanya berkisar 11 – 12% saja. Karena makin kecilnya bunga deposito, tak ada salahnya melirik reksadana yang return-nya lebih besar khan?
“Tapi saya kan pemula, Pak?” begitu jawab para responden biasanya. Untuk pemula pun ada siasatnya, sebagai berikut.
(1) Jika ingin aman, masuklah ke reksadana pendapatan tetap. Karena RDPT terbilang kecil volatilitasnya, sebab masuk ke obligasi, maka market timing tidak dilakukan.
(2) Kapan masuknya? Masuk saja kapan saja. Tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, sebab volatilitasnya terbilang rendah. Bahkan pada tahun 2008 dimana reksadana saham remuk redam, RDPT masih tetap aman-aman saja.
(3) Karena tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, maka pada RDPT siasatnya adalah memilih produk RDPT yang tepat. Kemudian sisanya masukkan saja dananya tiap kali ada uang lebih.
(4) Karena kita akan memasukkan dana ke RDPT tiap kali ada uang lebih, maka pastikan kebijakan minimum subscription / top up di bank kustodian Anda, mematok minimum subscript / top up yang kecil.
Oleh karena itu, RDPT bisa menjadi semacam alternatif baru bagi para pemula reksadana. Namun, hendaknya mereka yang memang peduli dengan masa depan yang lebih baik, mulai belajar RDS sambil jalan. Sebab perbedaan return di antara keduanya, membuat RDPT ibaratnya siput, jika dibandingkan RDS, meskipun memang RDPT jauh lebih aman.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
====
Jasa Kami
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
danareksa,
pemula,
pendapatan tetap,
RD,
reksadana,
resiko minim,
strategi
Langganan:
Postingan (Atom)
