Saya Nggak Bisa Teknik Apa-apa, Juga Malas Belajarnya, Boleh Nggak Saya Main RD?
Kalau saya bilang (teorinya) boleh, kagetkah Anda?
Kadang belajar teori RD itu menyebalkan abiz. Ada teknik candlestick, teknik fundamental, teknik SMA, teknik A teknik B, bingung dah akhirnya yang mau dipakai yang mana?
Jangankan mereka yang pemula, kadang saya yang sudah lama di RD juga bingung...
“Lantas kalau saya nggak ngerti teknik RD apapun juga, boleh nggak main di RD, apalagi yang agresif macam RD Saham?”
Boleh saja, triknya simpel banget lho. Prinsipnya, kalau otak nggak kuat, gunakan otak orang lain.
Jadi gini, di Indonesia jaman milenium ini, khan udah ada banyak banget analis handal yang tiap hari mewarnai media massa kita dengan analisis mereka. Katakanlah ada 10 orang analis reksadana, pasti ada 1 yang analisanya sering tepat (bukan 100% pasti tepat lho, cuma mendekati saja).
Nah, pertama kita baca-baca analisa berbagai analis handal tersebut, lalu cross check dengan kenyataannya di pasar modal. Nanti khan ketahuan siapa analis yang paling pintar dan paling sering benar. Lalu apa hubungannya dengan investasi kita?
Mudah saja. Kita pakai DCA dalam investasi RDS kita. Lalu untuk menyempurnakan DCA, kita pakai juga analisis analis handal yang prediksinya sering benar tersebut. Ketika dia mengatakan badai akan terjadi, dan terjadi penurunan besar-besaran, kita cut loss (redempt) dulu uang kita dari RD. Lalu pindahkan saja ke deposito. Begitu analis handal kita mengatakan pemulihan ekonomi akan terjadi dan prediksinya akan mengalami kenaikan (bullish), kita mulai masuk kembali dengan teknik DCA kembali.
Begitu pula ketika analis kita mengatakan akan terjadi kenaikan besar, kita memasukkan uang bulanan sedikit lebih besar dari biasanya. Nanti kalau ada kabar bearish, tinggal ditarik dulu, masuk deposito lagi. Begitu analis handal kita bilang akan kembali bullish, masukkan lagi dengan DCA kembali.
So simple isn’t it?
Cuma saya pribadi lebih suka dihitung sendiri, daripada mencari analis handal. Selain lebih menantang, otak kita juga jadi nggak cepat pikun kalau terus diasah. Setujukah Anda?
Salam investasi,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
=========
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Kamis, 20 Agustus 2009
Laporan Bulanan Reksadana Itu Perlu Nggak
Saya ingat di tahun 2009 silam, ada pembaca buku saya “Hidup Kaya Tanpa Bekerja” yang mengajukan konsultasi:
“Bagaimana cara mengetahui invest RD saham kita aman cos lap bulanan dari MI khan jg g selalu di kirim, situs infovesta tu khan juga berbayar n situs Bapeppam LK khan kadang sering troubel (tajuk Kontan mgguan Tggl 17 Jan 2009)”
Pada dasarnya RD seharusnya sudah cukup aman, sebab dana di RD itu tidak dikelola MI sendiri, melainkan dititipkan ke Bank Kustodian. Jadi dananya disimpan di bank Kustodian, tetapi pengelolaannya oleh MI. Saya kurang tahu apakah aturan ini sudah berubah atau belum, tetapi aturan hukumnya dulu demikian -- dimana dana RD harus masuk ke bank kustodian, agar dijaga pihak ketiga dari kecurangan.
Untuk mengawasi RD dari potensi kolaps, tidak bisa mengandalkan laporan bulanan. Laporan bulanan itu hanyalah alat untuk menjaga kepercayaan nasabah saja. Pada praktiknya, laporan bulanan sering terlambat dikirim. Kalau bulan ini saya terima laporan bank RD saya naik, pada praktiknya laporan itu sudah kadaluarsa. Pada dasarnya saya tak pernah menggunakan laporan bulanan sebagai sarana pemantauan RD saya. Saya hanya menganggapnya berita: "Ya, RD ini masih ada di bank ini, belum pindah-pindah, RD ini masih hidup", habis itu laporan bulanannya saya taruh ke keranjang sampah, he he he ^_^
Intinya, pada praktiknya laporan bulanan RD itu tak berfaedah sama sekali.
Sebagai gantinya saya menggunakan grafik aktual di www.infovesta.com. Kalau situs itu kolaps, gunakan tabel Redemption / Subscription di www.bapepam.go.id.
Terakhir, pemantauan RD yang saya lakukan bukan 1 bulan sekali, melainkan minimal 2 kali seminggu. Pada dasarnya untuk mereka yang tidak menggunakan metode DCA (seperti saya misalnya) melainkan memakai teknik lump sump dan market timing, wajib memantau lebih sering. Kalau yang menggunakan DCA sih cukup berlanggan koran macam Kontan atau Bisnis Indonesia saja.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
“Bagaimana cara mengetahui invest RD saham kita aman cos lap bulanan dari MI khan jg g selalu di kirim, situs infovesta tu khan juga berbayar n situs Bapeppam LK khan kadang sering troubel (tajuk Kontan mgguan Tggl 17 Jan 2009)”
Pada dasarnya RD seharusnya sudah cukup aman, sebab dana di RD itu tidak dikelola MI sendiri, melainkan dititipkan ke Bank Kustodian. Jadi dananya disimpan di bank Kustodian, tetapi pengelolaannya oleh MI. Saya kurang tahu apakah aturan ini sudah berubah atau belum, tetapi aturan hukumnya dulu demikian -- dimana dana RD harus masuk ke bank kustodian, agar dijaga pihak ketiga dari kecurangan.
Untuk mengawasi RD dari potensi kolaps, tidak bisa mengandalkan laporan bulanan. Laporan bulanan itu hanyalah alat untuk menjaga kepercayaan nasabah saja. Pada praktiknya, laporan bulanan sering terlambat dikirim. Kalau bulan ini saya terima laporan bank RD saya naik, pada praktiknya laporan itu sudah kadaluarsa. Pada dasarnya saya tak pernah menggunakan laporan bulanan sebagai sarana pemantauan RD saya. Saya hanya menganggapnya berita: "Ya, RD ini masih ada di bank ini, belum pindah-pindah, RD ini masih hidup", habis itu laporan bulanannya saya taruh ke keranjang sampah, he he he ^_^
Intinya, pada praktiknya laporan bulanan RD itu tak berfaedah sama sekali.
Sebagai gantinya saya menggunakan grafik aktual di www.infovesta.com. Kalau situs itu kolaps, gunakan tabel Redemption / Subscription di www.bapepam.go.id.
Terakhir, pemantauan RD yang saya lakukan bukan 1 bulan sekali, melainkan minimal 2 kali seminggu. Pada dasarnya untuk mereka yang tidak menggunakan metode DCA (seperti saya misalnya) melainkan memakai teknik lump sump dan market timing, wajib memantau lebih sering. Kalau yang menggunakan DCA sih cukup berlanggan koran macam Kontan atau Bisnis Indonesia saja.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
bulanan,
danareksa,
kegunaan,
laporan,
memantau perkembangan,
monthly,
penggunaan,
reksadana,
report,
use of
Bikin Reksadana Terproteksi Sendiri Yuk
Emangnya bisa, Pak?
Bisa donk!
Dan tentunya lebih bergengsi lah. Kita jadi terkesan sophisticated gitu. Terus caranya gimana? Simak triknya berikut ini!
Pertama, untuk membuat RD Terproteksi, kita perlu mempunyai investasi yang aman dari gagal bayar, dengan bunga lumayan, minimal di atas 10% /thn. Bisa pakai deposito, ORI, dsb. Secara umum biasanya pakai deposito saja.
Katakanlah kita menggunakan deposito berbunga 12,5% /thn, jika dipotong pajak 20%, menjadi bersih 10% /thn. Nah, bunga segitu cukup untuk membuat RD Terproteksi versi kita sendiri.
Untuk memudahkan memahaminya, simak illustrasi berikut ini. Katakanlah si Budi punya uang 100 juta rupiah. Si Budi ini seorang bermental konservatif yang takut resiko, maka dia pun menginginkan jaminan atas investasinya, minimal harus modal balik. Namun, di lain pihak karena terprovokasi oleh rekan-rekan kerja sekantornya yang bermain saham semua, maka timbul niat si Budi untuk juga bermain saham yang terkenal akan resiko dan volatilitas pasarnya yang luar biasa. Lantas apa akal si Budi agar bisa main saham, tetapi ada jaminan uang investasinya takkan berkurang alias modal pasti akan selalu balik?
Pertama, si Budi mencari deposito daerah yang aman dari potensi likuidasi dan gagal bayar, dengan bunga 12,5% /thn, sehingga bersihnya 10% /thn. Katakanlah ada 3 bank daerah dengan bunga semacam itu, bank A, bank B, dan bank C.
Kemudian si Budi pun memecah dananya sebesar 90% dimasukkan 3 deposito tersebut. Jadi uang sebesar masing-masing 30 juta, dimasukkan bank A, bank B, dan bank C, dengan masing-masing berbunga bersih 10% /thn.
Nah, kini si Budi pun mulai bermain saham dengan sisa uang yang ada, yakni 10 juta rupiah. Karena dia hanya seorang pemula, maka jatuh bangun pun dirasakannya. Karena suatu ketika, misalnya musibah seperti Lumpur Lapindo dulu, harga saham perusahaan yang dibelinya melorot drastis. Dan akhirnya dana yang 10 juta tadi ludes babar pisan. Dan mulailah si Budi menyanyikan lagu sendu ala film klasik Oshin...
Namun, apakah si Budi merugi? Berapa total dananya sekarang?
Tak lain tetap 100 juta rupiah!
Hah?! Bagaimana mungkin?!! Khan tadi si Budi sudah kolaps main saham 10 juta rupiah, masak sih dananya tetap utuh 100% seperti sediakala?! Apakah kerugian di saham sebesar 10 juta tadi tidak berefek pada dananya?!! Mana mungkin?! Apa pakai jin?!!
Hmm, tidak usah kaget. Sebenarnya perhitungan di balik layar cukup logis dan matematis kok. Coba kita runut lagi cara investasi si Budi. Pertama, si Budi menyetor dana 90 juta ke deposito berbunga bersih 10% /thn. Pada akhir tahun, bunga bersihnya 10 juta rupiah.
Kemudian, si Budi juga menggunakan 10% dana yakni 10 juta rupiah ke saham. Pada akhir tahun, dana tadi ludes karena si Budi nggak berpengalaman. Jadi kini dana dari saham, nol rupiah.
Berapa total dananya?
Deposito: 90 juta + 10 juta (bunga deposito)
Saham: 0 juta
Total dana: 100 juta rupiah.
Dan modal balik! Inilah yang disebut konsep RD Terproteksi, yakni dalam kondisi apapun juga, modal pasti balik seperti semula.
Artikel kali ini menunjukkan bahwa investasi dengan jaminan modal pasti balik 100% itu (teorinya) mungkin saja. Artikel kali ini juga menunjukkan RD Terproteksi itu bisa dibuat sendiri. Kalau kita paham teorinya, simpel saja khan sebenarnya?
==================
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Bisa donk!
Dan tentunya lebih bergengsi lah. Kita jadi terkesan sophisticated gitu. Terus caranya gimana? Simak triknya berikut ini!
Pertama, untuk membuat RD Terproteksi, kita perlu mempunyai investasi yang aman dari gagal bayar, dengan bunga lumayan, minimal di atas 10% /thn. Bisa pakai deposito, ORI, dsb. Secara umum biasanya pakai deposito saja.
Katakanlah kita menggunakan deposito berbunga 12,5% /thn, jika dipotong pajak 20%, menjadi bersih 10% /thn. Nah, bunga segitu cukup untuk membuat RD Terproteksi versi kita sendiri.
Untuk memudahkan memahaminya, simak illustrasi berikut ini. Katakanlah si Budi punya uang 100 juta rupiah. Si Budi ini seorang bermental konservatif yang takut resiko, maka dia pun menginginkan jaminan atas investasinya, minimal harus modal balik. Namun, di lain pihak karena terprovokasi oleh rekan-rekan kerja sekantornya yang bermain saham semua, maka timbul niat si Budi untuk juga bermain saham yang terkenal akan resiko dan volatilitas pasarnya yang luar biasa. Lantas apa akal si Budi agar bisa main saham, tetapi ada jaminan uang investasinya takkan berkurang alias modal pasti akan selalu balik?
Pertama, si Budi mencari deposito daerah yang aman dari potensi likuidasi dan gagal bayar, dengan bunga 12,5% /thn, sehingga bersihnya 10% /thn. Katakanlah ada 3 bank daerah dengan bunga semacam itu, bank A, bank B, dan bank C.
Kemudian si Budi pun memecah dananya sebesar 90% dimasukkan 3 deposito tersebut. Jadi uang sebesar masing-masing 30 juta, dimasukkan bank A, bank B, dan bank C, dengan masing-masing berbunga bersih 10% /thn.
Nah, kini si Budi pun mulai bermain saham dengan sisa uang yang ada, yakni 10 juta rupiah. Karena dia hanya seorang pemula, maka jatuh bangun pun dirasakannya. Karena suatu ketika, misalnya musibah seperti Lumpur Lapindo dulu, harga saham perusahaan yang dibelinya melorot drastis. Dan akhirnya dana yang 10 juta tadi ludes babar pisan. Dan mulailah si Budi menyanyikan lagu sendu ala film klasik Oshin...
Namun, apakah si Budi merugi? Berapa total dananya sekarang?
Tak lain tetap 100 juta rupiah!
Hah?! Bagaimana mungkin?!! Khan tadi si Budi sudah kolaps main saham 10 juta rupiah, masak sih dananya tetap utuh 100% seperti sediakala?! Apakah kerugian di saham sebesar 10 juta tadi tidak berefek pada dananya?!! Mana mungkin?! Apa pakai jin?!!
Hmm, tidak usah kaget. Sebenarnya perhitungan di balik layar cukup logis dan matematis kok. Coba kita runut lagi cara investasi si Budi. Pertama, si Budi menyetor dana 90 juta ke deposito berbunga bersih 10% /thn. Pada akhir tahun, bunga bersihnya 10 juta rupiah.
Kemudian, si Budi juga menggunakan 10% dana yakni 10 juta rupiah ke saham. Pada akhir tahun, dana tadi ludes karena si Budi nggak berpengalaman. Jadi kini dana dari saham, nol rupiah.
Berapa total dananya?
Deposito: 90 juta + 10 juta (bunga deposito)
Saham: 0 juta
Total dana: 100 juta rupiah.
Dan modal balik! Inilah yang disebut konsep RD Terproteksi, yakni dalam kondisi apapun juga, modal pasti balik seperti semula.
Artikel kali ini menunjukkan bahwa investasi dengan jaminan modal pasti balik 100% itu (teorinya) mungkin saja. Artikel kali ini juga menunjukkan RD Terproteksi itu bisa dibuat sendiri. Kalau kita paham teorinya, simpel saja khan sebenarnya?
==================
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
basic,
dasar,
definisi,
di atas deposito,
fundamental,
konsep,
reksadana,
strategi,
strategi teknik,
terproteksi
Apa Itu Reksadana Terproteksi
Reksadana Terproteksi merupakan varian RD Pendapatan Tetap, dimana komposisi sebagian besar (minimal di atas 50%) alokasi dananya adalah pada obligasi. Katakanlah komposisi suatu RD terproteksi adalah 90% obligasi, dan 10% ke lain-lain.
Nah, pada komposisi yang 90% obligasi ini, maka bunga obligasi harus minimal 10%. Sehingga dijamin bahwa dana nasabah takkan hilang. Mengapa demikian?
Katakanlah sebuah RD terproteksi A memiliki dana 1 trilyun rupiah. Dimana 900 milyar dana dialokasikan ke obligasi rating AAA, dengan suku bunga 10% per periodenya. Sementara itu sisa uang sebesar 100 milyar dialokasikan ke berbagai instrumen lainnya (yang berisiko hilang), macam saham, options, dsb.
Nah, ketika suatu hari, perekonomian guncang dan dana 100 milyar tersebut hilang 100% (misal karena investasinya bodong, bank investasinya pailit, dsb).
Pertanyaannya, apakah dana nasabah akan hilang dan nasabah mengalami kerugian investasi?
Ternyata tidak. Mengapa sebab dana 900 milyar masuk obligasi rating AAA yang tergolong aman dari kegagalan bayar. Sementara itu, obligasi tersebut berbunga 10% (100 milyar).
Sehingga pada akhir periode, dana nasabah akan tetap 1 trilyun (yang berasal dari 900 milyar obligasi + 100 milyar bunga obligasi + dan 0 rupiah dari 100 milyar instrumen yang hilang di pasar saham, pasar options, pasar investasi yang pailit / terlikuidasi).
Inilah mengapa dalam buku saya, saya menyebut bahwa teorinya investasi RD terproteksi itu pasti akan 100% aman.
Akan tetapi, itu kan teorinya. Fakta konkrit dalam dunia nyata, tidaklah dan takkan pernah seindah dalam teorinya. Maka RD terproteksi pun tidak 100% aman dari masalah.
- Bagaimana jika obligasi yang dibeli manajer investasi bukan obligasi aman dengan rating AAA?
- Bagaimana jika obligasi AAA pun, ternyata naas mengalami kegagalan bayar?
- Bagaimana jika nasabah tak bisa menunggu masa obligasi berbayar, dan gatal menarik dananya sebelum masa yang seharusnya ditentukan oleh pihak manajer investasi.
Perlu diketahui bahwa dalam RD ini, ada masa tertentu untuk pembelian UP-nya dan ada masa tertentu untuk penjualan UP-nya. Jika bukan masa penjualan yang ditentukan, seyogyanya Anda dilarang pihak Manajer Investasi RD untuk menarik dana Anda. Dan jika Anda tetap menarik dana Anda, misalnya karena (maaf) anak Anda kecelakaan dan Anda butuh uang segera, maka Anda akan terkena pinalti sejumlah tertentu oleh pihak Manajer Investasi.
Itulah sekelumit pengetahuan yang saya tahu tentang RD Terproteksi. Teorinya, dia aman 100%. Tapi nyatanya, hanya Tuhan yang tahu ke depannya bagaimana.
Tiada jaminan 100% di dunia yang tak sempurna ini, Ya Tuhan-ku, selain daripada-Mu... Memang benar adanya!
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Nah, pada komposisi yang 90% obligasi ini, maka bunga obligasi harus minimal 10%. Sehingga dijamin bahwa dana nasabah takkan hilang. Mengapa demikian?
Katakanlah sebuah RD terproteksi A memiliki dana 1 trilyun rupiah. Dimana 900 milyar dana dialokasikan ke obligasi rating AAA, dengan suku bunga 10% per periodenya. Sementara itu sisa uang sebesar 100 milyar dialokasikan ke berbagai instrumen lainnya (yang berisiko hilang), macam saham, options, dsb.
Nah, ketika suatu hari, perekonomian guncang dan dana 100 milyar tersebut hilang 100% (misal karena investasinya bodong, bank investasinya pailit, dsb).
Pertanyaannya, apakah dana nasabah akan hilang dan nasabah mengalami kerugian investasi?
Ternyata tidak. Mengapa sebab dana 900 milyar masuk obligasi rating AAA yang tergolong aman dari kegagalan bayar. Sementara itu, obligasi tersebut berbunga 10% (100 milyar).
Sehingga pada akhir periode, dana nasabah akan tetap 1 trilyun (yang berasal dari 900 milyar obligasi + 100 milyar bunga obligasi + dan 0 rupiah dari 100 milyar instrumen yang hilang di pasar saham, pasar options, pasar investasi yang pailit / terlikuidasi).
Inilah mengapa dalam buku saya, saya menyebut bahwa teorinya investasi RD terproteksi itu pasti akan 100% aman.
Akan tetapi, itu kan teorinya. Fakta konkrit dalam dunia nyata, tidaklah dan takkan pernah seindah dalam teorinya. Maka RD terproteksi pun tidak 100% aman dari masalah.
- Bagaimana jika obligasi yang dibeli manajer investasi bukan obligasi aman dengan rating AAA?
- Bagaimana jika obligasi AAA pun, ternyata naas mengalami kegagalan bayar?
- Bagaimana jika nasabah tak bisa menunggu masa obligasi berbayar, dan gatal menarik dananya sebelum masa yang seharusnya ditentukan oleh pihak manajer investasi.
Perlu diketahui bahwa dalam RD ini, ada masa tertentu untuk pembelian UP-nya dan ada masa tertentu untuk penjualan UP-nya. Jika bukan masa penjualan yang ditentukan, seyogyanya Anda dilarang pihak Manajer Investasi RD untuk menarik dana Anda. Dan jika Anda tetap menarik dana Anda, misalnya karena (maaf) anak Anda kecelakaan dan Anda butuh uang segera, maka Anda akan terkena pinalti sejumlah tertentu oleh pihak Manajer Investasi.
Itulah sekelumit pengetahuan yang saya tahu tentang RD Terproteksi. Teorinya, dia aman 100%. Tapi nyatanya, hanya Tuhan yang tahu ke depannya bagaimana.
Tiada jaminan 100% di dunia yang tak sempurna ini, Ya Tuhan-ku, selain daripada-Mu... Memang benar adanya!
============
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
basic,
dasar,
definisi,
fundamental,
mengenal,
mutual fund,
protected,
reksadana,
strategi teknik,
terproteksi
Bikin Reksadana Pendapatan Tetap Anda Sendiri
“Saya nggak mau ribet bertemu Manajer Investasi saya yang botak menyebalkan, saya juga nggak mau ribet bertemu customer service Bank Kustodian saya yang enggak ramah. Saya nggak mau masuk RD. Saya maunya bikin RDPT saya sendiri. Bisa nggak?”
Kalau saya jawab bisa, kagetkah Anda?
Sebenarnya tidak perlu kaget. Ingat, definisi RDPT adalah RD yang 80% dananya dimasukkan obligasi atau deposito, dan sisanya sebesar 20% boleh dialokasikan untuk apa saja, termasuk saham. Kalau paham definisinya, membikin sendiri RDPT Anda sendiri, mungkin-mungkin aja kok.
(1) Survey dulu bank mana yang punya deposito paling besar returnnya. Beberapa bank daerah menjanjikan return 11% ke atas.
(2) Nilailah apakah bank tersebut aman dari potensi likuidasi atau kolaps.
(3) Untuk menilai kelayakan bank, carilah laporan keuangan dengan www.google.com. Kemudian perhatikan berapa total asetnya, apakah total asetnya di atas 80 milyar atau tidak. Standar pemerintah, sebuah bank baru diakui jika total asetnya di atas 80 milyar. Standar saya pribadi sih di atas 200 M.
(4) Periksa juga kolom kewajiban / hutangnya. Pastikan rasio aset / kewajiban, minimal 2 kali, dalam artian aset harus dua kali jumlahnya dibanding kewajiban / hutang.
(5) Periksa juga ke mana saja pos-pos asetnya. Bank yang kokoh, menyebar / mendiversifikasikan dananya ke banyak tempat sekaligus, baik ke luar negeri, ke dalam negeri, ke SUN, obligasi korporat, saham, dan sebagainya. Semakin terdiversifikasi dan tersebar secara merata, makin baik adanya.
(6) Mengapa suatu bank harus menyebar asetnya secara merata? Ingat kasus 2008 silam, dimana perusahaan investasi asal USA yakni Lehmann Brothers menyatakan pailit. Otomatis dananya pun akan mengikuti aturan likuidasi, dimana hutang pajak dan pemerintah akan dinomer satukan, dan dana nasabah termasuk dana bank-bank Indonesia yang investasi di sana, akan sukar ditarik.
Apabila suatu bank di Indonesia terlanjur menginvestasikan sebagian besar dananya ke sana saja, tanpa adanya penyebaran ke pos-pos dana lainnya, niscaya bank tersebut akan ikut terimbas besar-besaran, dan bukan tidak mungkin ikut kolaps.
(7) Setelah Anda menemukan bank daerah di Indonesia dengan deposito yang aman namun returnnya besar, alokasikan 80% dana Anda ke sana. Misalnya, Anda punya 100 juta, masukkan 80 juta dana Anda ke deposito aman berbunga besar tadi.
(8) Lalu sisanya sebesar 20% dana, yakni 20 juta, silakan digunakan semau Anda, asal jangan untuk foya-foya. Anda bisa memasukkannya ke saham dan sebagainya. Saran saya untuk pemula, bisa main di ORI saja. Untuk main saham boleh saja, tetapi pastikan Anda paling tidak mempelajari basic-nya lebih dulu.
Nah, dengan demikian Anda sudah mendapatkan RDPT bikinan Anda sendiri? Likuidkah? Iya donk, khan instrumen utamanya pakai deposito. Amankah? Well, kita tahu sendiri deposito itu bagaimana. Tentunya jika kita mau lebih aman, kita pun menyebar 80% dana kita ke berbagai deposito berbunga besar, sebagaimana Manajer Investasoi (MI) di RD juga menyebar dana nasabah ke banyak tempat.
Satu yang paling penting ketika Anda membuat RDPT Anda sendiri, adalah Anda tidak perlu menggaji pihak Manajer Investasinya sama sekali. Dan tentunya, lebih bergengsi dan bikin pe-de donk!
==================
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Kalau saya jawab bisa, kagetkah Anda?
Sebenarnya tidak perlu kaget. Ingat, definisi RDPT adalah RD yang 80% dananya dimasukkan obligasi atau deposito, dan sisanya sebesar 20% boleh dialokasikan untuk apa saja, termasuk saham. Kalau paham definisinya, membikin sendiri RDPT Anda sendiri, mungkin-mungkin aja kok.
(1) Survey dulu bank mana yang punya deposito paling besar returnnya. Beberapa bank daerah menjanjikan return 11% ke atas.
(2) Nilailah apakah bank tersebut aman dari potensi likuidasi atau kolaps.
(3) Untuk menilai kelayakan bank, carilah laporan keuangan dengan www.google.com. Kemudian perhatikan berapa total asetnya, apakah total asetnya di atas 80 milyar atau tidak. Standar pemerintah, sebuah bank baru diakui jika total asetnya di atas 80 milyar. Standar saya pribadi sih di atas 200 M.
(4) Periksa juga kolom kewajiban / hutangnya. Pastikan rasio aset / kewajiban, minimal 2 kali, dalam artian aset harus dua kali jumlahnya dibanding kewajiban / hutang.
(5) Periksa juga ke mana saja pos-pos asetnya. Bank yang kokoh, menyebar / mendiversifikasikan dananya ke banyak tempat sekaligus, baik ke luar negeri, ke dalam negeri, ke SUN, obligasi korporat, saham, dan sebagainya. Semakin terdiversifikasi dan tersebar secara merata, makin baik adanya.
(6) Mengapa suatu bank harus menyebar asetnya secara merata? Ingat kasus 2008 silam, dimana perusahaan investasi asal USA yakni Lehmann Brothers menyatakan pailit. Otomatis dananya pun akan mengikuti aturan likuidasi, dimana hutang pajak dan pemerintah akan dinomer satukan, dan dana nasabah termasuk dana bank-bank Indonesia yang investasi di sana, akan sukar ditarik.
Apabila suatu bank di Indonesia terlanjur menginvestasikan sebagian besar dananya ke sana saja, tanpa adanya penyebaran ke pos-pos dana lainnya, niscaya bank tersebut akan ikut terimbas besar-besaran, dan bukan tidak mungkin ikut kolaps.
(7) Setelah Anda menemukan bank daerah di Indonesia dengan deposito yang aman namun returnnya besar, alokasikan 80% dana Anda ke sana. Misalnya, Anda punya 100 juta, masukkan 80 juta dana Anda ke deposito aman berbunga besar tadi.
(8) Lalu sisanya sebesar 20% dana, yakni 20 juta, silakan digunakan semau Anda, asal jangan untuk foya-foya. Anda bisa memasukkannya ke saham dan sebagainya. Saran saya untuk pemula, bisa main di ORI saja. Untuk main saham boleh saja, tetapi pastikan Anda paling tidak mempelajari basic-nya lebih dulu.
Nah, dengan demikian Anda sudah mendapatkan RDPT bikinan Anda sendiri? Likuidkah? Iya donk, khan instrumen utamanya pakai deposito. Amankah? Well, kita tahu sendiri deposito itu bagaimana. Tentunya jika kita mau lebih aman, kita pun menyebar 80% dana kita ke berbagai deposito berbunga besar, sebagaimana Manajer Investasoi (MI) di RD juga menyebar dana nasabah ke banyak tempat.
Satu yang paling penting ketika Anda membuat RDPT Anda sendiri, adalah Anda tidak perlu menggaji pihak Manajer Investasinya sama sekali. Dan tentunya, lebih bergengsi dan bikin pe-de donk!
==================
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
bagaimana,
definisi,
fixed income,
konsep,
membuat,
pendapatan tetap,
reksadana,
strategi,
teknik
Mengenal Reksadana Pendapatan Tetap
Apaan sih RDPT itu?
Tidak kenal tidak sayang, itu kata pepatah. Oke, pada blog kali ini, kita bahas apa sih RDPT itu?
RDPT adalah reksadana di mana 80% komposisinya harus masuk ke obligasi atau produk pasar uang macam deposito. Demi melindungi kepentingan nasabah, maka peraturan pemerintah mengharuskan agar 80% dana nasabah di RDPT agar masuk ke obligasi atau produk aman lainnya, baru 20% boleh digunakan untuk yang lainnya, misalnya dimasukkan ke saham.
Nah, dari definisinya saja, sudah kedengaran kalau RDPT itu aman khan?
Karena di dunia keuangan obligasi, terutama yang ratingnya AAA atau paling tidak di atas BBB, dianggap instrumen yang cukup aman, maka RDPT pun disebut sebagai Pendapatan Tetap. Mengapa? Sebab volatilitas di obligasi cukup rendah, sehingga penghasilannya pun relatif tetap di angka tertentu. Hmm, menengok RDPT ini ibaratnya menengok kembali deposito, dengan segala keamanan dan kepastiannya, dan tentunya.. bunga yang rendah! Oh, well...
===========
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Tidak kenal tidak sayang, itu kata pepatah. Oke, pada blog kali ini, kita bahas apa sih RDPT itu?
RDPT adalah reksadana di mana 80% komposisinya harus masuk ke obligasi atau produk pasar uang macam deposito. Demi melindungi kepentingan nasabah, maka peraturan pemerintah mengharuskan agar 80% dana nasabah di RDPT agar masuk ke obligasi atau produk aman lainnya, baru 20% boleh digunakan untuk yang lainnya, misalnya dimasukkan ke saham.
Nah, dari definisinya saja, sudah kedengaran kalau RDPT itu aman khan?
Karena di dunia keuangan obligasi, terutama yang ratingnya AAA atau paling tidak di atas BBB, dianggap instrumen yang cukup aman, maka RDPT pun disebut sebagai Pendapatan Tetap. Mengapa? Sebab volatilitas di obligasi cukup rendah, sehingga penghasilannya pun relatif tetap di angka tertentu. Hmm, menengok RDPT ini ibaratnya menengok kembali deposito, dengan segala keamanan dan kepastiannya, dan tentunya.. bunga yang rendah! Oh, well...
===========
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
basic,
dasar,
definisi,
fixed income,
fundamental,
pendapatan tetap,
reksadana,
strategi
Reksadana Bagi Pemula
Ibu-ibu, Bapak-bapak, pertama saya mau tanya dulu, “Berapa bunga deposito saat ini?”
Kalau jawabnya, 5 s/d 9%, berarti Ibu-ibu atau Bapak-bapak memang memahami situasi bank saat ini.
Sekarang pertanyaannya, Ibu-ibu atau Bapak-bapak, berapa return reksadana pada tahun 2007 kemarin?
Kalau jawabannya, 40 s/d 70%, berarti Ibu-ibu, Bapak-bapak memang investor reksadana sejati.
Banyak orang beralih ke reksadana dari deposito. Alasannya sederhana saja, bunga deposito kini makin kecil saja. Apalagi kemarin Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk menurunkan BI-rate sebesar 0,25%. Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika BI-rate menurun, otomatis bunga deposito di berbagai bank akan langsung ikut melorot. Setahun lalu, bunga bank daerah terbesar berkisar 13% /thn, kini bunga bank daerah hanya berkisar 11 – 12% saja. Karena makin kecilnya bunga deposito, tak ada salahnya melirik reksadana yang return-nya lebih besar khan?
“Tapi saya kan pemula, Pak?” begitu jawab para responden biasanya. Untuk pemula pun ada siasatnya, sebagai berikut.
(1) Jika ingin aman, masuklah ke reksadana pendapatan tetap. Karena RDPT terbilang kecil volatilitasnya, sebab masuk ke obligasi, maka market timing tidak dilakukan.
(2) Kapan masuknya? Masuk saja kapan saja. Tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, sebab volatilitasnya terbilang rendah. Bahkan pada tahun 2008 dimana reksadana saham remuk redam, RDPT masih tetap aman-aman saja.
(3) Karena tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, maka pada RDPT siasatnya adalah memilih produk RDPT yang tepat. Kemudian sisanya masukkan saja dananya tiap kali ada uang lebih.
(4) Karena kita akan memasukkan dana ke RDPT tiap kali ada uang lebih, maka pastikan kebijakan minimum subscription / top up di bank kustodian Anda, mematok minimum subscript / top up yang kecil.
Oleh karena itu, RDPT bisa menjadi semacam alternatif baru bagi para pemula reksadana. Namun, hendaknya mereka yang memang peduli dengan masa depan yang lebih baik, mulai belajar RDS sambil jalan. Sebab perbedaan return di antara keduanya, membuat RDPT ibaratnya siput, jika dibandingkan RDS, meskipun memang RDPT jauh lebih aman.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
====
Jasa Kami
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Kalau jawabnya, 5 s/d 9%, berarti Ibu-ibu atau Bapak-bapak memang memahami situasi bank saat ini.
Sekarang pertanyaannya, Ibu-ibu atau Bapak-bapak, berapa return reksadana pada tahun 2007 kemarin?
Kalau jawabannya, 40 s/d 70%, berarti Ibu-ibu, Bapak-bapak memang investor reksadana sejati.
Banyak orang beralih ke reksadana dari deposito. Alasannya sederhana saja, bunga deposito kini makin kecil saja. Apalagi kemarin Bank Indonesia akhirnya memutuskan untuk menurunkan BI-rate sebesar 0,25%. Sebagaimana kita ketahui bersama, ketika BI-rate menurun, otomatis bunga deposito di berbagai bank akan langsung ikut melorot. Setahun lalu, bunga bank daerah terbesar berkisar 13% /thn, kini bunga bank daerah hanya berkisar 11 – 12% saja. Karena makin kecilnya bunga deposito, tak ada salahnya melirik reksadana yang return-nya lebih besar khan?
“Tapi saya kan pemula, Pak?” begitu jawab para responden biasanya. Untuk pemula pun ada siasatnya, sebagai berikut.
(1) Jika ingin aman, masuklah ke reksadana pendapatan tetap. Karena RDPT terbilang kecil volatilitasnya, sebab masuk ke obligasi, maka market timing tidak dilakukan.
(2) Kapan masuknya? Masuk saja kapan saja. Tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, sebab volatilitasnya terbilang rendah. Bahkan pada tahun 2008 dimana reksadana saham remuk redam, RDPT masih tetap aman-aman saja.
(3) Karena tidak usah menggunakan DCA atau lump sump, maka pada RDPT siasatnya adalah memilih produk RDPT yang tepat. Kemudian sisanya masukkan saja dananya tiap kali ada uang lebih.
(4) Karena kita akan memasukkan dana ke RDPT tiap kali ada uang lebih, maka pastikan kebijakan minimum subscription / top up di bank kustodian Anda, mematok minimum subscript / top up yang kecil.
Oleh karena itu, RDPT bisa menjadi semacam alternatif baru bagi para pemula reksadana. Namun, hendaknya mereka yang memang peduli dengan masa depan yang lebih baik, mulai belajar RDS sambil jalan. Sebab perbedaan return di antara keduanya, membuat RDPT ibaratnya siput, jika dibandingkan RDS, meskipun memang RDPT jauh lebih aman.
Salam sukses,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
====
Jasa Kami
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Label:
danareksa,
pemula,
pendapatan tetap,
RD,
reksadana,
resiko minim,
strategi
Langganan:
Postingan (Atom)
