Ada pertanyaan yang masuk, mengenai Financial Planning keuangan. Demi edukasi finansial, berikut pertanyaan Beliau yang cukup menarik untuk jadi bahan pembelajaran kita semua
“Umur: 28 thnPenghasilan/bln: 6juta (gross) (fixed income)Gak pny usaha apapun kecuali kerja di kantorPengeluaran/bln: Rp4 - 5 jutaSisa ditabung di Bank dalam bentuk Tabungan Berjangka.. 5 tahun bunga 7% gross..Status: singleHarta: Cuma mobil Avanza 1.. Nge kost... gak pny rumah..Target dalam 5 tahun ke depan.. Punya tabungan min.>Rp50jutaUntuk mengantisipasi krisis..kira kira terget ane tergolong moderat/aggresif/pesimis?”
NB. Privasi & kerahasiaan tiap penanya, dirahasiakan demi kenyamanan.
Terima kasih atas pertanyaannya. Mari kita analisis satu per satu.
(1) Umur Anda masih muda, jadi sekalian saja tabungan & investasinya dialokasikan utk persiapan pensiun serta kebutuhan mendadak masa depan. Krn masih single, alokasi utk asuransi tdk perlu dilakukan dulu. Sebab biasanya Asuransi Jiwa hanya utk yang sudah punya tanggungan keluarga. Mengenai asuransi kesehatan, bisa dipertimbangkan ikut, bisa juga tidak, tergantung Anda sendiri merasa kesehatan Anda bagaimana. Sebagai perbandingan saja, umur saya sekarang 26 tahun. Dari pihak saya & teman2 saya sendiri (baik teman masa SMU & Kampus dulu) hampir tidak ada yang mengikuti asuransi, kecuali yg sudah married tentunya.
(2) Kedua, jika Anda ingin ikut asuransi, pandangan saya tidak usah masuk Unit Link. Masuk aja ke asuransi dengan premi saja (premi murni, tanpa ada porsi utk investasi). Jika memang mau masuk asuransi, masuk saja ke yg 5 tahun sekali. Tidak terlalu pendek, tidak terlalu panjang.
(3) Penghasilan Anda 6 juta, pengeluaran 4 – 5 juta. Mari kita anggap pengeluaran 4,5 juta, jadi ada 1,5 juta yg bisa dimasukkan investasi. Dengan demikian, ada 18 juta /thn yg bisa masuk investasi. Maka:
- Kalau Anda cuma menginginkan tabungan 50 juta dlm 5 tahun, silakan uangnya dimasukkan ke tabungan atau deposito saja yang paling safe. Cari bank besar macam BCA, BNI, yang NPL-nya kecil, kapitalisasi aset besar & terbukti dananya tersebar ke luar & dalam negeri. Sebab dengan masuk tabungan saja, mestinya sudah dapat > 90 juta dlm 5 tahun.
- Kalau Anda menginginkan dana 100 juta dalam 5 tahun, cukup masukkan uang bulanan sebesar 1,5 juta ke deposito berbunga tetap 5,27% /thn saja, selama 5 tahun.
- Kalau Anda menginginkan dana 150 juta dalam 5 tahun, cukup masukkan uang bulanan sebesar 1,5 juta ke investasi berbunga 25,78% /thn saja, selama 5 tahun. Bisa dicapai dengan membagi portfolio ke 37% dana RDS Fortis Ekuitas + 70% dana ke RDPT Schroder.
- Kalau Anda menginginkan dana 200 juta dlm 5 tahun, bisa masuk RDS dengan return 40,796% /thn.
Saran saya, lebih baik mengikuti skema 70:30 atau 40:60 ke RDS:RDPT. Karena Anda termasuk cukup pemula di reksadana, mungkin belum begitu handal mengelola RDS & ketika dunia saham ambruk, bisa merasa gelisah (“senam jantung”). Untuk itu ada baiknya dana dipecah ke RDPT & RDS saja. Dimana dana di RDPT digunakan sebagai dana cadangan, sekaligus sebagai likuiditas bagi aset Anda, dimana jika sewaktu-waktu dibutuhkan bisa ditarik sebagai dana darurat / cadangan.
(4) Karena sifat penghasilan Anda bulanan & bukan tahunan, maka amat cocok menggunakan teknik DCA, yakni memasukkan rutin ke RDS tiap awal bulan, daripada menggunakan teknik Lump Sump. Sebab teknik DCA terbilang relatif lebih aman untuk mereka yang baru masuk ke RD, dibanding Lump Sump.
Demikian jawaban saya, apabila ada kesalahan kata atau kalimat, mohon dimaafkan.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto.
=======================
- Privat reksadana, bisnis, franchise, konsultasi keuangan cuma 100 ribu saja.
- Privat khusus / pribadi, 200 ribu saja.
- Jasa pembuatan software komputer, untuk mini market, spare part, usaha industri, UKM, dan sebagainya, baik desktop, jaringan maupun website.
- Menambah penghasilan dengan menjadi makelar software, mohon mencarikan teman / kenalan yang ingin order software, akan diberikan komisi sesuai besarnya transaksi order.
Book:
- Hidup Kaya Tanpa Bekerja
- Berani Hutang Berani Sukses
- Resep Kaya Ala Orang Cina
- The Next Milionaire
- Siapa Bilang Buka Usaha Itu Susah
- Jurus Jitu Membuka Usaha Restoran
www.andipublisher.com keyword: “eka dharma”
Selasa, 08 September 2009
Kamis, 03 September 2009
Memulai Bisnis Dari Nol
Ada pertanyaan dari pembaca buku-buku saya yang diterbitkan Penerbit Andi (“Siapa Bilang Buka Usaha Itu Susah”, “Resep Kaya Ala Orang Cina”, “Hidup Kaya Tanpa Bekerja”), seputar cara membuka usaha serta masalah penanganan hak cipta suatu produk:
(Kerahasiaan identitas penanya & privasi 100% dirahasiakan demi kenyamanan bertanya)
At Saturday, August 29, 2009 9:07 AM, Miss X wrote:
Selamet malam pa eka apa kabar?....
Mohon dijelaskan bagaimana cara & pengalaman pa eka membuka usaha?
Bolehkah saya minta tips bagaimana caranya memulai bisnis dengan baik.
Sebagai orang awam dibidang bisnis & saya mau tanya bagaimana caranya memperoleh merek seumpamanya saya punya product tertentu & saya ingin memasarkannya tapi saya ingin product saya ini ada mereknya cara mendapatkan mereknya qta harus bikin dimana? kalau ada mereknya pasti orang lebih tertarik dengan produk ini bagaimana ya pa?
terimasih pa
saya tunggu balasanya
salam
Jawaban saya:
Salam kasih, Miss X.
Pertama, saya ini bukan ahlinya bisnis. Jujur saya sendiri masih termasuk hijau, dan masih harus banyak belajar. Apabila saya diperkenankan memberi saran, anggaplah sebagai sharing saja, sebab saya pun masih perlu banyak mendalami berbagai ilmu.
Untuk tipsnya membuka usaha dari nol, sebenarnya sudah dijabarkan mendetail dari memilih lini bisnis, mendapat karyawan, lokasi, hingga opening & bisnis jalan, di buku saya: “Siapa Bilang Buka Usaha Itu Susah” (Aspek Teknis Bisnis), yang bisa dibeli di www.andipublisher.com. Namun, sebagian kecil triknya akan saya jabarkan kembali disini.
Dari pengalaman, kegagalan seorang pemula di bisnis, ada pada beberapa hal:
(1) Tidak adanya pengelolaan anggaran keuangan yang baik.
(2) Minimnya pengalaman.
(3) Kurangnya survey.
(4) Salah memilih lokasi.
Untuk mengatasi yang pertama, yang harus dilakukan sebenarnya amat sederhana. Pastikan Miss jangan mengambil bisnis dengan dana mepet. Maksudnya begini, jika modal awal bisnisnya 20 juta & operasional bulanannya 1 juta, maka ada baiknya dana yang dimiliki minimal 26 juta. Lho, mengapa? Perhitungannya: 20 juta + 6 juta untuk cadangan dana operasional selama 6 bulan. Standar saya malah 28 juta. Mengapa? Sebab ditambah 2 juta untuk cadangan manuver manajemen. Sebab tidak mungkin kan seorang pemula bisa langsung merancang manajemen yang baik. Tentunya butuh trial error dulu, sebagaimana orang berlatih sepeda tidak mungkin kan langsung bisa mendapat strateginya yang masak.
Nah, solusi atas persoalan pertama sebenarnya gampang saja khan? Yang perlu ditekankan, jangan sampai alam bawah sadar menganggap bisnis itu mengerikan. Prinsipnya, santai saja, tetapi tetap serius memperhitungkan segala sesuatunya. Seimbang.
Kedua, persoalan pengalaman bisa diatasi dengan memperkerjakan karyawan yang pernah bekerja lama di bidang tersebut. Jadi kalau misalnya produk Miss adalah busana, bisa mencari karyawan yang berpengalaman di bidang busana, misalnya pernah bekerja di marketing busana, kenal distributornya, kenal relasi resellernya, mengerti pasarnya, dsb. Nanti tinggal digaji agak tinggi, lalu disuruh transfer ilmu ke kita. Rugikah kita menggajinya sedikit di atas standar? Tentu tidak, anggap saja cost untuk mendapatkan ilmu. Saya kira cukup sebanding adanya.
Ketiga, untuk masalah survey, Miss bisa melakukan survey ke pesaing secara mendalam. Minimal 1 bulan lamanya. Pertanyaan yang bisa diajukan: bagaimana cara mereka memproduksi produknya, bagaimana cara mereka menekan biaya produksi, bagaimana cara mereka melakukan marketing, bagaimana cara mereka memenangkan persaingan, siapa saja pangsa pasarnya, dsb.
Terakhir, mengenai lokasi, Miss bisa mengatasinya dengan cara melakukan survey ke berbagai toko pesaing. Cari tahulah mengapa toko itu bisa laris. Mungkin karena ada kampus di dekatnya, mungkin karena dekat kos-kosan remaja putri, mungkin karena di daerah jalan besar, dsb. Nah, dari sana nanti Miss bisa tahu lokasi strategis itu dimana saja.
Sampai disini, jika ditelaah, sebenarnya bisnis itu tidak rumit khan? Jadi, keep it enjoy saja...
Apabila Miss menginginkan adanya merek, Miss bisa mendaftarkan diri ke Pusat Hak Cipta di Jakarta. Ada birokrasi khusus yang menangani HAKI di Jakarta sana, biasanya persoalan hak cipta yang ditangani berkisar seputar paten atau merek. Mengenai perbedaannya, Miss bisa melihat definisinya di ensiklopedi wikipedia. Biasanya pendaftaran merek akan berlaku hingga 10 tahun sekali daftar.
Namun saran saya, untuk awalnya tidak usah mendaftarkan merek ke Jakarta dulu. Pada teorinya, pendaftaran merek cukup mengisi bio data & sejumlah form, serta membayar puluhan hingga ratusan ribu saja. Namun pada praktiknya, biasanya pengurusan merek dilakukan melalui jasa ahli hukum, dan butuh minimal 2 juta-an.
Padahal, ketika kita mulai berbisnis, belum tentu kita butuh pendaftaran HAKI atas merek. Ya kalau usaha kita lancar saja, bagaimana kalau malah seret atau bahkan bangkrut? Pengalaman saya pertama membuka usaha, bukannya lancar, malah kolaps. Jadi berdasar pengalaman pribadi, fokus utama seorang pengusaha awal bukanlah mengurus hak cipta atau membuat cabang, sebagaimana apabila bisnis sudah tumbuh, melainkan berfokus pada persoalan mempertahankan profit lebih dulu. Jangan sampai bisnis malah defisit dan akhirnya kolaps. Jadi, merek harus ada, tetapi tidak usah didaftarkan dulu. Kecuali bisa bisnis sudah tumbuh, dan mau dicabangkan, mau di-franchisekan, atau mau di-publikasikan ke media massa, nah merek harus didaftarkan ke hak cipta agar tidak bisa “dirampok” orang.
Untuk pembuatan merek, silakan membuat merek yang simpel saja, agar mudah masuk alam bawah sadar pangsa pasar. Ciptakan merek yang hanya terdiri dari garis, lingkaran, kotak, atau bentuk khas yang mudah diingat. Untuk warna, gunakan hanya 3 warna, merah, biru, hijau. Atau merah, kuning, hijau saja. Tujuannya selain agar merek simpel & mudah diingat, juga ketika kita butuh membuat print nota berlembar2, biaya printingnya murah adanya. Contohnya, logo Bank Mandiri yang simpel dan mudah diingat, tetapi masih cukup khas. Coba lihat berapa biayanya jika kita mencetak nota dengan logo seperti itu? Tentu biaya tinta printingnya kecil sekali.
Terakhir, saran saya, dalam pemasaran, jangan sekedar mengandalkan merek atas produk. Merek memang membantu, tetapi jangan dijadikan satu-satunya pusat kekuatan pemasaran. Perkuat juga kualitas produk, analisis atas selera pasar, pemilihan lokasi yang bagus, harga yang bersaing, serta kemudahan transaksi. Saya pernah membuka usaha yang ada mereknya, tetapi nyaris kolaps, karena salah memilih lokasi. Baru setelah saya melakukan re-lokasi, baru usaha mulai bernafas kembali. Jadi, jangan sekedar mengandalkan merek saja. Gunakan sistem pemasaran yang menyeluruh di semua aspek.
Lebih lanjut, apabila Miss tinggal di Yogya, bisa privat bisnis via tatap muka langsung dengan saya. Nanti saya akan membantu membuatkan kerangka rancangan bisnisnya. Jika Miss tidak tinggal di Yogya, tetap bisa privat bisnis ke saya via jarak jauh melalui email. Akan dipandu selama 3 bulan ke depan.
Demikian jawaban saya. Kalau masih ada kebingungan, tidak usah sungkan bertanya kembali kepada saya. Sedapatnya saya pasti akan menjawabnya.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto,
Author of “Siapa Bilang Buka Usaha Itu Susah”, “Hidup Kaya Tanpa Bekerja”, “Resep Kaya Ala Orang Cina” (tiga panduan buku bisnis-investasi-motivasi paling best seller, www.andipublisher.com keyword: “eka dharma”).
Privat bisnis, reksadana, order pembuatan software, menambah penghasilan via jadi makelar software. Murah, bergaransi.
(Kerahasiaan identitas penanya & privasi 100% dirahasiakan demi kenyamanan bertanya)
At Saturday, August 29, 2009 9:07 AM, Miss X wrote:
Selamet malam pa eka apa kabar?....
Mohon dijelaskan bagaimana cara & pengalaman pa eka membuka usaha?
Bolehkah saya minta tips bagaimana caranya memulai bisnis dengan baik.
Sebagai orang awam dibidang bisnis & saya mau tanya bagaimana caranya memperoleh merek seumpamanya saya punya product tertentu & saya ingin memasarkannya tapi saya ingin product saya ini ada mereknya cara mendapatkan mereknya qta harus bikin dimana? kalau ada mereknya pasti orang lebih tertarik dengan produk ini bagaimana ya pa?
terimasih pa
saya tunggu balasanya
salam
Jawaban saya:
Salam kasih, Miss X.
Pertama, saya ini bukan ahlinya bisnis. Jujur saya sendiri masih termasuk hijau, dan masih harus banyak belajar. Apabila saya diperkenankan memberi saran, anggaplah sebagai sharing saja, sebab saya pun masih perlu banyak mendalami berbagai ilmu.
Untuk tipsnya membuka usaha dari nol, sebenarnya sudah dijabarkan mendetail dari memilih lini bisnis, mendapat karyawan, lokasi, hingga opening & bisnis jalan, di buku saya: “Siapa Bilang Buka Usaha Itu Susah” (Aspek Teknis Bisnis), yang bisa dibeli di www.andipublisher.com. Namun, sebagian kecil triknya akan saya jabarkan kembali disini.
Dari pengalaman, kegagalan seorang pemula di bisnis, ada pada beberapa hal:
(1) Tidak adanya pengelolaan anggaran keuangan yang baik.
(2) Minimnya pengalaman.
(3) Kurangnya survey.
(4) Salah memilih lokasi.
Untuk mengatasi yang pertama, yang harus dilakukan sebenarnya amat sederhana. Pastikan Miss jangan mengambil bisnis dengan dana mepet. Maksudnya begini, jika modal awal bisnisnya 20 juta & operasional bulanannya 1 juta, maka ada baiknya dana yang dimiliki minimal 26 juta. Lho, mengapa? Perhitungannya: 20 juta + 6 juta untuk cadangan dana operasional selama 6 bulan. Standar saya malah 28 juta. Mengapa? Sebab ditambah 2 juta untuk cadangan manuver manajemen. Sebab tidak mungkin kan seorang pemula bisa langsung merancang manajemen yang baik. Tentunya butuh trial error dulu, sebagaimana orang berlatih sepeda tidak mungkin kan langsung bisa mendapat strateginya yang masak.
Nah, solusi atas persoalan pertama sebenarnya gampang saja khan? Yang perlu ditekankan, jangan sampai alam bawah sadar menganggap bisnis itu mengerikan. Prinsipnya, santai saja, tetapi tetap serius memperhitungkan segala sesuatunya. Seimbang.
Kedua, persoalan pengalaman bisa diatasi dengan memperkerjakan karyawan yang pernah bekerja lama di bidang tersebut. Jadi kalau misalnya produk Miss adalah busana, bisa mencari karyawan yang berpengalaman di bidang busana, misalnya pernah bekerja di marketing busana, kenal distributornya, kenal relasi resellernya, mengerti pasarnya, dsb. Nanti tinggal digaji agak tinggi, lalu disuruh transfer ilmu ke kita. Rugikah kita menggajinya sedikit di atas standar? Tentu tidak, anggap saja cost untuk mendapatkan ilmu. Saya kira cukup sebanding adanya.
Ketiga, untuk masalah survey, Miss bisa melakukan survey ke pesaing secara mendalam. Minimal 1 bulan lamanya. Pertanyaan yang bisa diajukan: bagaimana cara mereka memproduksi produknya, bagaimana cara mereka menekan biaya produksi, bagaimana cara mereka melakukan marketing, bagaimana cara mereka memenangkan persaingan, siapa saja pangsa pasarnya, dsb.
Terakhir, mengenai lokasi, Miss bisa mengatasinya dengan cara melakukan survey ke berbagai toko pesaing. Cari tahulah mengapa toko itu bisa laris. Mungkin karena ada kampus di dekatnya, mungkin karena dekat kos-kosan remaja putri, mungkin karena di daerah jalan besar, dsb. Nah, dari sana nanti Miss bisa tahu lokasi strategis itu dimana saja.
Sampai disini, jika ditelaah, sebenarnya bisnis itu tidak rumit khan? Jadi, keep it enjoy saja...
Apabila Miss menginginkan adanya merek, Miss bisa mendaftarkan diri ke Pusat Hak Cipta di Jakarta. Ada birokrasi khusus yang menangani HAKI di Jakarta sana, biasanya persoalan hak cipta yang ditangani berkisar seputar paten atau merek. Mengenai perbedaannya, Miss bisa melihat definisinya di ensiklopedi wikipedia. Biasanya pendaftaran merek akan berlaku hingga 10 tahun sekali daftar.
Namun saran saya, untuk awalnya tidak usah mendaftarkan merek ke Jakarta dulu. Pada teorinya, pendaftaran merek cukup mengisi bio data & sejumlah form, serta membayar puluhan hingga ratusan ribu saja. Namun pada praktiknya, biasanya pengurusan merek dilakukan melalui jasa ahli hukum, dan butuh minimal 2 juta-an.
Padahal, ketika kita mulai berbisnis, belum tentu kita butuh pendaftaran HAKI atas merek. Ya kalau usaha kita lancar saja, bagaimana kalau malah seret atau bahkan bangkrut? Pengalaman saya pertama membuka usaha, bukannya lancar, malah kolaps. Jadi berdasar pengalaman pribadi, fokus utama seorang pengusaha awal bukanlah mengurus hak cipta atau membuat cabang, sebagaimana apabila bisnis sudah tumbuh, melainkan berfokus pada persoalan mempertahankan profit lebih dulu. Jangan sampai bisnis malah defisit dan akhirnya kolaps. Jadi, merek harus ada, tetapi tidak usah didaftarkan dulu. Kecuali bisa bisnis sudah tumbuh, dan mau dicabangkan, mau di-franchisekan, atau mau di-publikasikan ke media massa, nah merek harus didaftarkan ke hak cipta agar tidak bisa “dirampok” orang.
Untuk pembuatan merek, silakan membuat merek yang simpel saja, agar mudah masuk alam bawah sadar pangsa pasar. Ciptakan merek yang hanya terdiri dari garis, lingkaran, kotak, atau bentuk khas yang mudah diingat. Untuk warna, gunakan hanya 3 warna, merah, biru, hijau. Atau merah, kuning, hijau saja. Tujuannya selain agar merek simpel & mudah diingat, juga ketika kita butuh membuat print nota berlembar2, biaya printingnya murah adanya. Contohnya, logo Bank Mandiri yang simpel dan mudah diingat, tetapi masih cukup khas. Coba lihat berapa biayanya jika kita mencetak nota dengan logo seperti itu? Tentu biaya tinta printingnya kecil sekali.
Terakhir, saran saya, dalam pemasaran, jangan sekedar mengandalkan merek atas produk. Merek memang membantu, tetapi jangan dijadikan satu-satunya pusat kekuatan pemasaran. Perkuat juga kualitas produk, analisis atas selera pasar, pemilihan lokasi yang bagus, harga yang bersaing, serta kemudahan transaksi. Saya pernah membuka usaha yang ada mereknya, tetapi nyaris kolaps, karena salah memilih lokasi. Baru setelah saya melakukan re-lokasi, baru usaha mulai bernafas kembali. Jadi, jangan sekedar mengandalkan merek saja. Gunakan sistem pemasaran yang menyeluruh di semua aspek.
Lebih lanjut, apabila Miss tinggal di Yogya, bisa privat bisnis via tatap muka langsung dengan saya. Nanti saya akan membantu membuatkan kerangka rancangan bisnisnya. Jika Miss tidak tinggal di Yogya, tetap bisa privat bisnis ke saya via jarak jauh melalui email. Akan dipandu selama 3 bulan ke depan.
Demikian jawaban saya. Kalau masih ada kebingungan, tidak usah sungkan bertanya kembali kepada saya. Sedapatnya saya pasti akan menjawabnya.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto,
Author of “Siapa Bilang Buka Usaha Itu Susah”, “Hidup Kaya Tanpa Bekerja”, “Resep Kaya Ala Orang Cina” (tiga panduan buku bisnis-investasi-motivasi paling best seller, www.andipublisher.com keyword: “eka dharma”).
Privat bisnis, reksadana, order pembuatan software, menambah penghasilan via jadi makelar software. Murah, bergaransi.
Label:
hak cipta,
memulai bisnis dari nol
Selasa, 25 Agustus 2009
Privat Reksadana Angkatan I Akan Segera Dimulai

Kelas “Privat Umum” reksadana angkatan I akan dimulai minggu awal September 2009 ini. Pendaftaran hubungi email ekadp73@yahoo.com s/d minggu awal September.
Khusus bagi yang mendaftar di angkatan I ini, berhak atas promo bonus software pensiun gratis, yang tidak akan diberikan kembali pada angkatan berikutnya.
Privat umum reksadana dari nol, hanya 100 ribu rupiah saja.
Khusus bagi yang mendaftar di angkatan I ini, berhak atas promo bonus software pensiun gratis, yang tidak akan diberikan kembali pada angkatan berikutnya.
Privat umum reksadana dari nol, hanya 100 ribu rupiah saja.
Mengapa RD Pendapatan Tetap Bisa Anjlok Puluhan Persen
Banyak khalayak mengira berinvestasi di Reksadana Pendapata Tetap (RDPT) berarti akan selalu aman, sebab RDPT masuk ke obligasi. Pandangan tersebut memang benar, bahwa obligasi relatif instrumen yang aman. Resikonya sedikit di atas deposito, bahkan bila obligasi yang dipilih memiliki rating AAA sehingga cenderung aman dari gagal bayar, maka resikonya bisa ditekan hingga (hampir) sekecil deposito.
Lantas mengapa ada RDPT yang anjlok sampai puluhan persen?
Nah, kalau kita ingin mengetahui jawabannya, pertama kita harus menelusuri dulu seluk beluk obligasi.
Definisi Obligasi
Obligasi adalah sebuah surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah. Hutang tersebut memiliki jangka waktu, misalnya selama 3 tahun sebagaimana beberapa ORI terdahulu.
Sistem pembayaran obligasi mirip dengan sistem pembayaran hutang bank. Tiap periodenya, pembuat obligasi akan membayar sejumlah uang ke pembeli obligasi. Konsepnya mirip dengan hutang bank biasa.
Namun ada juga kalanya, dari awal hingga akhir periode, pembuat obligasi tidak membayar apa-apa. Dan kemudian pada akhir periode, semua bunga dan pokok akan dibayar sekaligus. Ini disebut Ballon Payment Obligasi (obligasi dengan pembayaran secara menggelembung).
Pendek kata, sistem dalam obligasi mirip dengan hutang bank biasa. Ada jangka waktu, ada pembayaran bunga, dan periodenya. Yang berbeda, obligasi mengenal sistem bursa.
Bursa Obligasi
Sebagaimana saham diperdagangkan di bursa, maka obligasi pun juga bisa diperdagangkan di bursa. Suatu ketika harga obligasi mengalami kenaikkan, misalnya menjadi 110% dari harga aslinya. Sedangkan di lain pihak, saat itu pemilik obligasi sedang butuh uang mendesak dan ingin mencairkan dananya. Maka dia pun bisa menjual obligasi tersebut ke bursa dengan harga yang berlaku saat itu. Keuntugan penjualan berupa harga jual – harga beli (seperti ketika dagang emas) disebut capital gain.
Begitu pula, kadang Manajer Investasi pun bisa melakukan penjualan obligasi di bursa. Tujuannya ada 2, pertama mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari sekedar keuntungan bunga saja, sehingga nilai NAB ikut terdongkrak. Dan yang kedua, untuk memenuhi kebutuhan redemption masyarakat.
Redemption Massal, Awal Dari Petaka Hitam
Dalam kondisi tertentu, masyarakat mudah panik. Survey membuktikan, nyaris 80% masyarakat Indonesia merupakan kalangan deposan, dalam artian termasuk golongan konservatif yang takut resiko. Nah, karena mereka terbiasa hidup di dunia deposito yang aman, nyaman (dan berbunga kecil), maka ketika mereka berinvestasi di RDPT pun, mereka tetap menginginkan kenyamanan di deposito dulu. Karenanya, ketika harga RDPT turun, maka masyarakat pun mengalami kepanikan.
Apalagi ditambah gossip, Manajer Investasi bisa kolaps. Nah, makin panik-lah masyarakat RDPT...
Akhirnya, mereka pun memilih melepas dana di RDPT, dan memilih kembali ke deposito saja. Dalam kasus macam ini, akan terjadi redemption / penarikan dana di RDPT secara besar-besaran, dan serentak. Karena beberapa RDPT memperbolehkan penarikan secara likuid, maka otomatis konsekuensinya pihak Manajer Investasi harus menyediakan dana segar dalam jumlah besar saat itu juga. Darimana mereka mendapatkan dana segar dalam jumlah miliaran atau puluhan milyar dalam tempo singkat?
Akibatnya, kadang mereka terpaksa menjual obligasi di bursa karena tuntutan masyarakat yang ingin melakukan redemption saat itu juga. Padahal, harga obligasi di bursa sedang anjlok hingga di atas -5%. Inilah awal kerugian suatu RDPT.
Tak hanya itu saja, ternyata akibat redemption tersebut, harga NAB RDPT terkoreksi menurun. Ditambah gossip buruk, maka nasabah pun makin panik. Dan penarikan tahap kedua, ketiga, dan seterusnya berlangsung. Ouch, saya mulai merasa kasihan pada pihak Manajer Investasinya...
Lebih lanjut, akibat dari suatu redemption tidak hanya membuat Manajer Investasi mengalami kerugian akibat harus menjual dana obligasi di bursa pada saat harganya turun. Tetapi redemption itu sendiri juga mengakibatkan penurunan nilai suatu reksadana di mata masyarakat, dan akibatnya NAB pun kembali turun.
Itulah mengapa ada RDPT yang bisa anjlok hingga minus belasan persen. Masihkah Anda berpandangan RDPT yang masuk obligasi itu 100% aman bak deposito?
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
---------------------------
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Anda pun bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi makelar program komputer yang kami jual. Komisi berkisar 250 rb - 1 juta per order, fleksibel, tanpa dikejar target, tanpa uang pendaftaran.
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Lantas mengapa ada RDPT yang anjlok sampai puluhan persen?
Nah, kalau kita ingin mengetahui jawabannya, pertama kita harus menelusuri dulu seluk beluk obligasi.
Definisi Obligasi
Obligasi adalah sebuah surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan atau pemerintah. Hutang tersebut memiliki jangka waktu, misalnya selama 3 tahun sebagaimana beberapa ORI terdahulu.
Sistem pembayaran obligasi mirip dengan sistem pembayaran hutang bank. Tiap periodenya, pembuat obligasi akan membayar sejumlah uang ke pembeli obligasi. Konsepnya mirip dengan hutang bank biasa.
Namun ada juga kalanya, dari awal hingga akhir periode, pembuat obligasi tidak membayar apa-apa. Dan kemudian pada akhir periode, semua bunga dan pokok akan dibayar sekaligus. Ini disebut Ballon Payment Obligasi (obligasi dengan pembayaran secara menggelembung).
Pendek kata, sistem dalam obligasi mirip dengan hutang bank biasa. Ada jangka waktu, ada pembayaran bunga, dan periodenya. Yang berbeda, obligasi mengenal sistem bursa.
Bursa Obligasi
Sebagaimana saham diperdagangkan di bursa, maka obligasi pun juga bisa diperdagangkan di bursa. Suatu ketika harga obligasi mengalami kenaikkan, misalnya menjadi 110% dari harga aslinya. Sedangkan di lain pihak, saat itu pemilik obligasi sedang butuh uang mendesak dan ingin mencairkan dananya. Maka dia pun bisa menjual obligasi tersebut ke bursa dengan harga yang berlaku saat itu. Keuntugan penjualan berupa harga jual – harga beli (seperti ketika dagang emas) disebut capital gain.
Begitu pula, kadang Manajer Investasi pun bisa melakukan penjualan obligasi di bursa. Tujuannya ada 2, pertama mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari sekedar keuntungan bunga saja, sehingga nilai NAB ikut terdongkrak. Dan yang kedua, untuk memenuhi kebutuhan redemption masyarakat.
Redemption Massal, Awal Dari Petaka Hitam
Dalam kondisi tertentu, masyarakat mudah panik. Survey membuktikan, nyaris 80% masyarakat Indonesia merupakan kalangan deposan, dalam artian termasuk golongan konservatif yang takut resiko. Nah, karena mereka terbiasa hidup di dunia deposito yang aman, nyaman (dan berbunga kecil), maka ketika mereka berinvestasi di RDPT pun, mereka tetap menginginkan kenyamanan di deposito dulu. Karenanya, ketika harga RDPT turun, maka masyarakat pun mengalami kepanikan.
Apalagi ditambah gossip, Manajer Investasi bisa kolaps. Nah, makin panik-lah masyarakat RDPT...
Akhirnya, mereka pun memilih melepas dana di RDPT, dan memilih kembali ke deposito saja. Dalam kasus macam ini, akan terjadi redemption / penarikan dana di RDPT secara besar-besaran, dan serentak. Karena beberapa RDPT memperbolehkan penarikan secara likuid, maka otomatis konsekuensinya pihak Manajer Investasi harus menyediakan dana segar dalam jumlah besar saat itu juga. Darimana mereka mendapatkan dana segar dalam jumlah miliaran atau puluhan milyar dalam tempo singkat?
Akibatnya, kadang mereka terpaksa menjual obligasi di bursa karena tuntutan masyarakat yang ingin melakukan redemption saat itu juga. Padahal, harga obligasi di bursa sedang anjlok hingga di atas -5%. Inilah awal kerugian suatu RDPT.
Tak hanya itu saja, ternyata akibat redemption tersebut, harga NAB RDPT terkoreksi menurun. Ditambah gossip buruk, maka nasabah pun makin panik. Dan penarikan tahap kedua, ketiga, dan seterusnya berlangsung. Ouch, saya mulai merasa kasihan pada pihak Manajer Investasinya...
Lebih lanjut, akibat dari suatu redemption tidak hanya membuat Manajer Investasi mengalami kerugian akibat harus menjual dana obligasi di bursa pada saat harganya turun. Tetapi redemption itu sendiri juga mengakibatkan penurunan nilai suatu reksadana di mata masyarakat, dan akibatnya NAB pun kembali turun.
Itulah mengapa ada RDPT yang bisa anjlok hingga minus belasan persen. Masihkah Anda berpandangan RDPT yang masuk obligasi itu 100% aman bak deposito?
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM.
---------------------------
- Privat umum bisnis dari nol: 100 ribu rupiah *
- Privat umum reksadana dari nol: 100 ribu rupiah *
- Pembuatan program komputer untuk toko / mini-market / usaha apapun **
- Privat khusus 1 orang saja: 200 ribu rupiah
* minimal 5 orang pendaftar
** bergaransi support purna jual selama 5 tahun
Anda pun bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjadi makelar program komputer yang kami jual. Komisi berkisar 250 rb - 1 juta per order, fleksibel, tanpa dikejar target, tanpa uang pendaftaran.
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com
ekadp22@yahoo.com (dalam kondisi email pertama gagal)
Memprediksi Masa Depan Reksadana

Gambar dikutip dari www.infovesta.com. Salah satu situs investasi paling terpercaya di Indonesia. Hak cipta gambar milik www.infovesta.com.
Memprediksi Penurunan NAB & Melakukan Cut Loss Di Masa Krisis
Banyak orang merasa takut berinvestasi di reksadana saham. Salah satunya adalah karena adanya penurunan nilai investasi mereka, yang berupa penurunan nilai NAB mereka. Tidak mungkinkah resiko investasi tersebut di-cover atau di-manajemen?
Nah, pertanyaannya sekarang. Bisakah penurunan NAB suatu reksadana diprediksi beberapa hari sebelumnya?
Meskipun tidak 100% prediksi / ramalan kita akan selalu tepat, namun jawaban atas pertanyaan tersebut adalah: Ya, bisa!
Analoginya kurang lebih sama dengan penyakit dalam tubuh fisik, bisakah suatu penyakit dideteksi jauh hari sebelumnya, dan karenanya bisa dilakukan tindak pencegahan? Jawabannya: Ya, bisa! Meskipun memang tidak setiap kali seorang dokter pasti bisa memprediksi potensi munculnya suatu penyakit dalam tubuh, namun kadangkala suatu penyakit akan menampakan gejala yang cukup jelas.
- Demam berdarah, menunjukkan gejala demam tinggi, perut mulas, bercak kemerahan.
- Glaukoma, menunjukkan gejala gangguan penglihatan, tekanan pada bola mata, mudah pusing-pusing.
- Kusta, menunjukkan gejala mati rasa pada bagian tubuh tertentu.
Begitu pula, dengan mendalami ilmu reksadana, kita ibaratnya menjadi seorang “dokter investasi” yang bisa membaca gejala-gejala tertentu. Tentu saja sebagai manusia biasa, kita tidak akan selalu bisa memprediksi segalanya dengan tepat. Namun, seiring dengan naiknya jam terbang, kemampuan prediksi kita pun juga akan berkembang dengan baik.
Sekarang bagaimana cara kita mendeteksi penurunan NAB dan pergerakan pasar tersebut? Para pakar biasanya akan menggunakan dua tools utama:
Fundamental Analisis.
Mendasarkan diri pada kenyataan bahwa tiap akibat, pasti mempunyai sebab. Atau tiap sebab, pasti menghasilkan akibat. Sehingga suatu penurunan / kenaikkan pada pasar, pasti didasarkan suatu kejadian / event yang menyebabkannya.
Selain itu, fundamental analisis juga menelaah laporan keuangan serta kekuatan perusahaan. Apabila diaplikasikan pada dunia reksadana, berarti membaca kinerja Manajer Investasi, dan membaca kondisi makro pasar.
Teknikal Analisis
Mendasarkan diri pada kenyataan bahwa tiap pergerakan / kejadian / isu politik dan sebagainya yang ada dalam pasar, akan tercermin dalam pergerakan grafik. Dengan kata lain, ibaratnya pergerakan grafik adalah aliran darah manusia, maka tiap kejadian apapun yang terjadi pada tubuh manusia, akan tercermin dalam bentuk aliran darah yang baik atau kacau. Dengan memperhatikan gejolak aliran darahnya, maka seorang tabib akan bisa memprediksi apa penyakitnya dan apa yang akan terjadi. Berbekal keyakinan yang sama, para ahli Teknikal Analisis berpendapat dengan mengamati pergerakan grafik, maka kejadian di masa mendatang akan bisa diramalkan.
Nah, setelah kita memahami dasar tata cara meramalkan masa depan pasar, sekarang pertanyaannya, seberapa akurat prediksi kita?
Jawabannya tergantung tools yang kita gunakan. Seorang yang hanya menggunakan Teknikal Analisis saja, atau seorang yang hanya hanya menggunakan Fundamental Analisis saja, tentu akan menghasilkan keakuratan yang berbeda dengan mereka yang mengkombinasikan Teknikal Analisis dengan Fundamental Analisis.
Kedua, keakuratan prediksi juga tergantung pada waktu yang kita luangkan untuk menganalisis pasar. Seseorang yang hanya meluangkan waktu 15 menit saja, tentu akan berbeda hasilnya dengan seseorang yang meluangkan waktu 2 jam khusus untuk mengamati pasar.
Ketiga, kekuratan prediksi ditentukan pula oleh jumlah informasi yang masuk ke telinga kita. Seseorang yang hanya mendasarkan diri dari berita satu situs saja, tentu akan berbeda hasilnya dengan mereka yang menganalisis dengan menggunakan berita ekonomi dari banyak situs dan mengkombinasikannya dengan membaca grafik dari berbagai situs.
Terakhir, keakuratan prediksi juga tergantung pada jam terbang masing-masing. Seseorang yang baru belajar reksadana, tentu akan berbeda hasil prediksinya dengan mereka yang sudah bertahun-tahun mendalami dunia reksadana.
Itulah 4 faktor yang mempengaruhi keakuratan prediksi seorang pelaku reksadana. Memang tak ada jaminan pasti, namun kita bisa meningkatkan keakuratan prediksi kita dengan cara:
- Menggunakan Teknikal Analisis yang dikombinasikan Fundamental Analisis.
- Meluangkan lebih banyak waktu di sela-sela jam kerja kantor, untuk membaca berita ekonomi dan menganalisis pasar.
- Mendasarkan diri pada berbagai situs-situs perekonomian, dan berita keuangan yang up-to-date, serta grafik-grafik yang tersedia gratis di Internet (misalnya dengan Yahoo finance)
- Menggunakan sebanyak mungkin indikator dalam Teknikal Analisis (overbought, oversold, death cross, golden cross, moving-average, pola triangle, pola flag, pola double-bottom, pola cup & handle, pola head & shoulder, dsb) dan sebanyak mungkin indikator fundamental analisis (angka PHK, laju ekonomi per kuartal / semester, harga minyak, sektor komoditas, batu bara, CPO, tingkat infasi, FED-rate, BI-rate, isu pasokan minyak, kondisi regional, dsb).
- Mengasah jam terbang kita.
Sekali lagi, bagaimanapun juga sesekali kita pasti akan merasakan sakitnya salah memprediksi, dan kadangkala tak semua prediksi kita pasti tepat, sebab seyogyanya hanya Tuhan Yang Esa saja yang mampu memprediksi semuanya dengan tepat. Namun, paling tidak dengan adanya analisis, kita akan punya landasan dasar untuk berpijak. Dan tentunya hati pun akan menjadi lebih tenang dan nyaman. Apabila dana yang kita masukkan ke reksadana besar dan bernilai jutaan, saya rasa tidak ada salahnya mencoba menganalisis, bukan?
Selamat mencoba! Salam sukses!
Meskipun tidak 100% prediksi / ramalan kita akan selalu tepat, namun jawaban atas pertanyaan tersebut adalah: Ya, bisa!
Analoginya kurang lebih sama dengan penyakit dalam tubuh fisik, bisakah suatu penyakit dideteksi jauh hari sebelumnya, dan karenanya bisa dilakukan tindak pencegahan? Jawabannya: Ya, bisa! Meskipun memang tidak setiap kali seorang dokter pasti bisa memprediksi potensi munculnya suatu penyakit dalam tubuh, namun kadangkala suatu penyakit akan menampakan gejala yang cukup jelas.
- Demam berdarah, menunjukkan gejala demam tinggi, perut mulas, bercak kemerahan.
- Glaukoma, menunjukkan gejala gangguan penglihatan, tekanan pada bola mata, mudah pusing-pusing.
- Kusta, menunjukkan gejala mati rasa pada bagian tubuh tertentu.
Begitu pula, dengan mendalami ilmu reksadana, kita ibaratnya menjadi seorang “dokter investasi” yang bisa membaca gejala-gejala tertentu. Tentu saja sebagai manusia biasa, kita tidak akan selalu bisa memprediksi segalanya dengan tepat. Namun, seiring dengan naiknya jam terbang, kemampuan prediksi kita pun juga akan berkembang dengan baik.
Sekarang bagaimana cara kita mendeteksi penurunan NAB dan pergerakan pasar tersebut? Para pakar biasanya akan menggunakan dua tools utama:
Fundamental Analisis.
Mendasarkan diri pada kenyataan bahwa tiap akibat, pasti mempunyai sebab. Atau tiap sebab, pasti menghasilkan akibat. Sehingga suatu penurunan / kenaikkan pada pasar, pasti didasarkan suatu kejadian / event yang menyebabkannya.
Selain itu, fundamental analisis juga menelaah laporan keuangan serta kekuatan perusahaan. Apabila diaplikasikan pada dunia reksadana, berarti membaca kinerja Manajer Investasi, dan membaca kondisi makro pasar.
Teknikal Analisis
Mendasarkan diri pada kenyataan bahwa tiap pergerakan / kejadian / isu politik dan sebagainya yang ada dalam pasar, akan tercermin dalam pergerakan grafik. Dengan kata lain, ibaratnya pergerakan grafik adalah aliran darah manusia, maka tiap kejadian apapun yang terjadi pada tubuh manusia, akan tercermin dalam bentuk aliran darah yang baik atau kacau. Dengan memperhatikan gejolak aliran darahnya, maka seorang tabib akan bisa memprediksi apa penyakitnya dan apa yang akan terjadi. Berbekal keyakinan yang sama, para ahli Teknikal Analisis berpendapat dengan mengamati pergerakan grafik, maka kejadian di masa mendatang akan bisa diramalkan.
Nah, setelah kita memahami dasar tata cara meramalkan masa depan pasar, sekarang pertanyaannya, seberapa akurat prediksi kita?
Jawabannya tergantung tools yang kita gunakan. Seorang yang hanya menggunakan Teknikal Analisis saja, atau seorang yang hanya hanya menggunakan Fundamental Analisis saja, tentu akan menghasilkan keakuratan yang berbeda dengan mereka yang mengkombinasikan Teknikal Analisis dengan Fundamental Analisis.
Kedua, keakuratan prediksi juga tergantung pada waktu yang kita luangkan untuk menganalisis pasar. Seseorang yang hanya meluangkan waktu 15 menit saja, tentu akan berbeda hasilnya dengan seseorang yang meluangkan waktu 2 jam khusus untuk mengamati pasar.
Ketiga, kekuratan prediksi ditentukan pula oleh jumlah informasi yang masuk ke telinga kita. Seseorang yang hanya mendasarkan diri dari berita satu situs saja, tentu akan berbeda hasilnya dengan mereka yang menganalisis dengan menggunakan berita ekonomi dari banyak situs dan mengkombinasikannya dengan membaca grafik dari berbagai situs.
Terakhir, keakuratan prediksi juga tergantung pada jam terbang masing-masing. Seseorang yang baru belajar reksadana, tentu akan berbeda hasil prediksinya dengan mereka yang sudah bertahun-tahun mendalami dunia reksadana.
Itulah 4 faktor yang mempengaruhi keakuratan prediksi seorang pelaku reksadana. Memang tak ada jaminan pasti, namun kita bisa meningkatkan keakuratan prediksi kita dengan cara:
- Menggunakan Teknikal Analisis yang dikombinasikan Fundamental Analisis.
- Meluangkan lebih banyak waktu di sela-sela jam kerja kantor, untuk membaca berita ekonomi dan menganalisis pasar.
- Mendasarkan diri pada berbagai situs-situs perekonomian, dan berita keuangan yang up-to-date, serta grafik-grafik yang tersedia gratis di Internet (misalnya dengan Yahoo finance)
- Menggunakan sebanyak mungkin indikator dalam Teknikal Analisis (overbought, oversold, death cross, golden cross, moving-average, pola triangle, pola flag, pola double-bottom, pola cup & handle, pola head & shoulder, dsb) dan sebanyak mungkin indikator fundamental analisis (angka PHK, laju ekonomi per kuartal / semester, harga minyak, sektor komoditas, batu bara, CPO, tingkat infasi, FED-rate, BI-rate, isu pasokan minyak, kondisi regional, dsb).
- Mengasah jam terbang kita.
Sekali lagi, bagaimanapun juga sesekali kita pasti akan merasakan sakitnya salah memprediksi, dan kadangkala tak semua prediksi kita pasti tepat, sebab seyogyanya hanya Tuhan Yang Esa saja yang mampu memprediksi semuanya dengan tepat. Namun, paling tidak dengan adanya analisis, kita akan punya landasan dasar untuk berpijak. Dan tentunya hati pun akan menjadi lebih tenang dan nyaman. Apabila dana yang kita masukkan ke reksadana besar dan bernilai jutaan, saya rasa tidak ada salahnya mencoba menganalisis, bukan?
Selamat mencoba! Salam sukses!
Label:
aman,
analisis,
fundamental,
memprediksi,
prediksi,
reksadana,
safe,
strategi,
strategi teknik,
teknikal
Senin, 24 Agustus 2009
Jasa Pembuatan Software Komputer, Full Kustomisasi Menyesuaikan Kebutuhan Perusahaan, Garansi 2 tahun atas Error / Support Purna Jual / Konsultasi
Selaku pengusaha di bidang software house, saya siap membantu Anda dalam membuat program komputer yang berkualitas dan cocok untuk kebutuhan usaha Anda.
Kami siap melayani kebutuhan Anda, untuk software:
- Mini market
- Swalayan
- Toko kelontong
- Spare part onderdil otomotif
- Bengkel
- Kantor pusat & cabang
- Franchise
- Web based
- Dan sebagainya
Garansi kami, kami akan 100% menyesuaikan kebutuhan perusahaan Anda. Tidak sebagaimana membeli software paket sudah jadi, kami akan 100% menyesuaikan kustomisasi permintaan klien, mendengarkan feed back konsumen, menyesuaikan revisi konsumen, dan memberi garansi support purna jual. Kami juga menjamin program dari kemungkinan terjadinya error.
Kelebihan kami dibanding software house sejenis:
- Full kustomisasi sesuai kebutuhan spesifik klien.
- Prioritas pada keamanan, kerahasiaan data, serta kecepatan.
- Garansi 2 tahun purna jual.
- Gratis training karyawan via jarak jauh, berapa pun jumlah karyawannya.
- Free konsultasi selama 2 tahun.
- Biaya murah & dapat diangsur selama 2 tahun
- Ditangani oleh seorang wirausaha betulan, sehingga software akan 100% diproritaskan dalam mendukung kelancaran bisnis.
Cara pemesanan.
Mudah sekali, cukup kirimkan deskripsi requirement kebutuhan Anda:
- Jenis usaha: (misalnya toko grosir)
- Data dibutuhkan: (misalnya data barang, pelanggan, karyawan, pemasok, transaksi,
pembukuan, hutang, piutang)
- Jenis software: desktop/biasa, jaringan/network, web based (coret salah satu)
- Prioritas: (misalnya kecepatan transaksi dan keamanan)
Secepatnya pihak kami akan mengirimkan balik proposal penawaran beserta harga dan lama pembuatannya. Dalam 1-2 minggu saja, Anda akan menerima sampel yang bisa diuji coba. Apabila Anda merasa ok, baru transaksi diteruskan. Jika tidak, Anda berhak membatalkan transaksi.
Informasi:
http://bisnisreksadanakomputer.blogspot.com/2009/08/jasa-pembuatan-software-komputer-full.html (tanpa dipisah spasi)
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com, ekadp22@yahoo.com (jika email pertama gagal)
Kami siap melayani kebutuhan Anda, untuk software:
- Mini market
- Swalayan
- Toko kelontong
- Spare part onderdil otomotif
- Bengkel
- Kantor pusat & cabang
- Franchise
- Web based
- Dan sebagainya
Garansi kami, kami akan 100% menyesuaikan kebutuhan perusahaan Anda. Tidak sebagaimana membeli software paket sudah jadi, kami akan 100% menyesuaikan kustomisasi permintaan klien, mendengarkan feed back konsumen, menyesuaikan revisi konsumen, dan memberi garansi support purna jual. Kami juga menjamin program dari kemungkinan terjadinya error.
Kelebihan kami dibanding software house sejenis:
- Full kustomisasi sesuai kebutuhan spesifik klien.
- Prioritas pada keamanan, kerahasiaan data, serta kecepatan.
- Garansi 2 tahun purna jual.
- Gratis training karyawan via jarak jauh, berapa pun jumlah karyawannya.
- Free konsultasi selama 2 tahun.
- Biaya murah & dapat diangsur selama 2 tahun
- Ditangani oleh seorang wirausaha betulan, sehingga software akan 100% diproritaskan dalam mendukung kelancaran bisnis.
Cara pemesanan.
Mudah sekali, cukup kirimkan deskripsi requirement kebutuhan Anda:
- Jenis usaha: (misalnya toko grosir)
- Data dibutuhkan: (misalnya data barang, pelanggan, karyawan, pemasok, transaksi,
pembukuan, hutang, piutang)
- Jenis software: desktop/biasa, jaringan/network, web based (coret salah satu)
- Prioritas: (misalnya kecepatan transaksi dan keamanan)
Secepatnya pihak kami akan mengirimkan balik proposal penawaran beserta harga dan lama pembuatannya. Dalam 1-2 minggu saja, Anda akan menerima sampel yang bisa diuji coba. Apabila Anda merasa ok, baru transaksi diteruskan. Jika tidak, Anda berhak membatalkan transaksi.
Informasi:
http://bisnisreksadanakomputer.blogspot.com/2009/08/jasa-pembuatan-software-komputer-full.html (tanpa dipisah spasi)
Hubungi:
ekadp73@yahoo.com, ekadp22@yahoo.com (jika email pertama gagal)
Privat Umum Reksadana Hanya 100 Ribu Rupiah
Privat Umum Reksadana Hanya 100 Ribu Rupiah
Orang bijak berkata, “Sebelum Anda berinvestasi dengan uang betulan, investasikan dulu waktu Anda untuk mendalami seluk beluk pengetahuan dan fundamental teknisnya.”
Begitu pula ketika kita hendak berinvestasi di reksadana dengan jumlah besar, ada baiknya kita mempelajari dasar pengetahuan finansial seputar reksadana, mulai yang paling dasar hingga yang paling teknis. Pada hakekatnya banyak cara untuk mendapatkan pengetahuan finansial yang memadai, mulai dari membaca buku, bertanya pada pakar, mendalami berbagai situs Internet. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan finansial secara cepat adalah dengan mengikuti kursus reksadana.
Memahami kebutuhan masyarakat akan pengetahuan finansial yang memadai, kami membuka jasa privat reksadana dengan biaya murah 100 ribu rupiah saja. Cara pelatihannya, tiap minggunya kami akan mengirimkan modul via email, beserta PR yang perlu Anda kerjakan. Anda akan dilatih untuk langsung menganalisa pasar, membaca berita ekonomi, mengamati grafik, dan membuat prediksi secara langsung. Disini, konsep pelatihannya berprinsip “bisa dengan mencoba secara langsung”. Sehingga setelah pelatihan berakhir, Anda dijamin sudah mempunyai basic pengetahuan reksadana yang bisa dipraktikkan secara langsung. Paling tidak akan memahami cara menghindari kerugian di reksadana.
Materinya:
- Perbandingan RD Saham, Pendapatan Tetap, Terproteksi, Campuran
- Dasar memilih reksadana
- Investasi jangka panjang, menengah & pendek
- DCA vs Lump sump
- Penyempurnaan DCA dengan Fundamental Analisis dan Teknikal Analisis
- Melakukan Teknikal Analisis
- Melakukan Fundamental Analisis
- Pengamatan grafik & cara membaca berita ekonomi
- Teknik minimalisasi resiko reksadana
Kami tunggu Anda pada privat reksadana kami. Mohon untuk mengajak teman-teman sekalian. Bagi yang membawa teman, akan diberikan berbagai tips-tips tambahan.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
--------------------------------------
Penawaran khusus:
Khusus hingga akhir Agustus 2009 ini, bagi 20 peserta pertama, bonus gratis program perhitungan pensiun yang akan dikirim via email.
Orang bijak berkata, “Sebelum Anda berinvestasi dengan uang betulan, investasikan dulu waktu Anda untuk mendalami seluk beluk pengetahuan dan fundamental teknisnya.”
Begitu pula ketika kita hendak berinvestasi di reksadana dengan jumlah besar, ada baiknya kita mempelajari dasar pengetahuan finansial seputar reksadana, mulai yang paling dasar hingga yang paling teknis. Pada hakekatnya banyak cara untuk mendapatkan pengetahuan finansial yang memadai, mulai dari membaca buku, bertanya pada pakar, mendalami berbagai situs Internet. Salah satu cara untuk memperoleh pengetahuan finansial secara cepat adalah dengan mengikuti kursus reksadana.
Memahami kebutuhan masyarakat akan pengetahuan finansial yang memadai, kami membuka jasa privat reksadana dengan biaya murah 100 ribu rupiah saja. Cara pelatihannya, tiap minggunya kami akan mengirimkan modul via email, beserta PR yang perlu Anda kerjakan. Anda akan dilatih untuk langsung menganalisa pasar, membaca berita ekonomi, mengamati grafik, dan membuat prediksi secara langsung. Disini, konsep pelatihannya berprinsip “bisa dengan mencoba secara langsung”. Sehingga setelah pelatihan berakhir, Anda dijamin sudah mempunyai basic pengetahuan reksadana yang bisa dipraktikkan secara langsung. Paling tidak akan memahami cara menghindari kerugian di reksadana.
Materinya:
- Perbandingan RD Saham, Pendapatan Tetap, Terproteksi, Campuran
- Dasar memilih reksadana
- Investasi jangka panjang, menengah & pendek
- DCA vs Lump sump
- Penyempurnaan DCA dengan Fundamental Analisis dan Teknikal Analisis
- Melakukan Teknikal Analisis
- Melakukan Fundamental Analisis
- Pengamatan grafik & cara membaca berita ekonomi
- Teknik minimalisasi resiko reksadana
Kami tunggu Anda pada privat reksadana kami. Mohon untuk mengajak teman-teman sekalian. Bagi yang membawa teman, akan diberikan berbagai tips-tips tambahan.
Best regards,
Eka Dharma Pranoto, S.Kom, Aff.WM
--------------------------------------
Penawaran khusus:
Khusus hingga akhir Agustus 2009 ini, bagi 20 peserta pertama, bonus gratis program perhitungan pensiun yang akan dikirim via email.
Label:
bergaransi,
dana reksa,
danareksa,
minimalisasi resiko,
murah,
mutual fund,
privat,
reksadana
Langganan:
Postingan (Atom)
